Marak Panah Wayer, Warga Nilai Polisi Gagal Jaga Kamtibmas

Kamtibmas Panah Wayer Gorontalo

READ.ID – Maraknya Panah Wayer yang meresahkan warga Gorontalo beberapa bulan terakhir, pihak kepolisian dinilai gagal menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Salah satu tokoh masyarakat dan Politisi, Umar Karim mengatakan, dirinya menilai polisi belum represif dalam menangani persoalan kasus Panah Wayer di Gorontalo.

Ia menambahkan jika kejadian ini berulang terus menerus dan belum ada langkah tegas, masyarakat bisa saja mengkonsolodasi diri untuk pengamanan swakarsa yang masif dan akan sulit dikontrol.

“Jika Polisi tidak tegas, jangan sampai rakyat sendiri yang akan menegakkan hukuman atas pelaku Panah Wayer karena ini sudah meresahkan,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono mengatakan, masalah Kamtibmas harus menjadi tanggungjawab bersama.

Tidak hanya dari pihak kepolisian, namun masyarakat diminta untuk menjaga keamanan.

Polisi tetap melakukan upaya preventif menjaga keamanan wilayah dengan melakukan patroli. Namun, diharapkan peran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan.

“Disamping polisi bekerja, kami meminta orangtua agar menjaga anak-anaknya agar tidak berbuat yang merugikan masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya Natizen atau warganet disejumlah Facebook di Gorontalo menilai instruksi tembak ditempat pelaku Panah Wayer hanya Guyonan saja.

Aksi protes menuntut tindakan tegas aparat kepolisian atas rangkaian kasus kriminal Panah Wayer yang terjadi beberapa bulan terakhir di Gorontalo terus bermunculan.

Kasus Panah Wayer kali ini menimpa seorang perempuan umur 17 tahun. Pinkan Aprilia (17), saat melintasi Jl. Bali dan Jl. Selayar, Kelurahan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Selasa, (5/11/2019) sekitar pukul 23.00 wita. (RL/Read.id)

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version