Masyarakat Diminta Siaga Antisipasi Gelombang Baru Covid-19

Covid-19

Siaga Gelombang Baru

Secara global, pandemi Covid-19 terus menyusut. Laporan epidemiologi mingguan WHO yang dirilis Rabu 15 Juni menyebutkan penyusutan 1 persen terjadi dalam sepekan terakhir. Ada lonjakan 33 persen di kawasan Asia Tenggara dan 58 persen di Mediterania Timur. Tapi kenaikan itu secara statistik bukan merupakan potret besarnya, karena kedua kawasan itu hanya menyumbang 2 dan 1 persen pada angka kasus baru mingguan.

Yang menjadi catatan WHO, mengacu kepada 170 ribu laporan genome sequencing yang masuk ke lembaga GISAID, pada sebulan terakhir, ada tiga varian baru yang sedang aktif tumbuh, yakni BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1. Masing-masing tumbuh 2 persen, 4 persen dan 3 persen. Sebanyak 97 persen dari kasus Covid-19 yang ada disebabkan oleh 12 VOC anak cucu Omicron.

Pada pertengahan Juni 2022, secara global varian BA.2.12.1 menyumbang 28 persen dari seluruh kasus infeksi.Varian BA.2 masih dominan dengan kontribusi 39 persen. Varian BA.4 dan BA.5 masing-masing menyumbang 6 persen dan 3 persen. Ke-9 varian lain dari keluarga Omicron mewakili 21 persen kasus dan selebihnya ialah mutan-mutan baru yang tak masuk katagori VoC maupun variant on interest (VoI).

Meski tak menunjukkan efek ledakan, European Centre for Disease Prevention and Control (Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa) mewanti-wanti akan sepak terjang BA.4 dan BA.5. Setelah muncul sebagai varian yang dominan di Afika Selatan pada Maret-April lalu, mereka juga tampil menjadi varian dominan di Portugal di akhir Mei 2022, dengan merepresentasikan 87 persen dari seluruh kasus.

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version