Nasib UMKM Blitar di Tengah Pandemi Covid-19

READ.ID – Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak buruk terhadap UMKM, khususnya di Kabupaten Blitar. Beberapa di antaranya sampai harus melakukan PHK.

Kendala lain yang dialami UMKM, antara lain sulitnya memperoleh bahan baku, permodalan, pelanggan menurun, distribusi dan produksi terhambat.

Ada berbagai cara yang dilakukan oleh pelaku UMKM untuk tetap bertahan dalam usahanya di masa pandemi ini.

Seperti yang dilakukan oleh H.Imam Muhtadi, pemilik UD Kelapa Sari, pelaku yang bergerak dalam pembuatan jenang dan wajik tradisional di Desa Rejowinangun, kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

“Memang di masa pandemi saat ini kita harus lebih bersabar dan ulet, karena kegiatan yang terbatas, dan pembeli maupun pesanan untuk hajatanpun berkurang,” ungkap H.Imam saat ditemui di tempat usahanya, Kamis(02/09/2021).

Menurutnya, usahanya sudah dirintis sejak 2005 dan melayani pesanan dari bebagai kota di Jawa Timur, agar bisa terus bertahan saat ini, cara yang dilakukannya dengan mengurangi jumlah produksi, dan karyawan digilir dalam kerjanya. S

ejak terjadinya pandemi untuk produksi dikurangi sekitar 50%, karena kurangnya kegiatan hajatan maupun kunjungan dari masyarakat .

“Sebelum pandemi kita bisa memproduksi 80 Kg tiap hari dengan berbagai macam olahan tapi sekarang hanya 40 Kg itupun dua hari sekali. Dulu ada dodol duren, dodol nanas, dodol coklat, sekarang diutamakan yang pokok pokok saja yaitu jenang tradisional,wajik dan madu mongso,” tuturnya.

Imam menambahkan, imbas ditutupnya sementara wisata edukasi kampung coklat juga sangat dirasakan.

“Sebagian pengunjung wisata edukasi kampung coklat mengatakan tidak lengkap kalau tidak mampir ke kampung jenang tradisional, maskot kita memang jenang dan wajik, semoga pandemi cepat berlalu,” pungkasnya.

(adv/kmf/didik).