Pandu Digital Kabupaten Blitar Harus Mempunyai Jiwa Sense of Belonging

Pandu Digital Blitar

READ.ID.BLITAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika menyelenggarakan Seminar dan workshop pembentukan pandu digital pendampingan implementasi digitalisasi di Kabupaten Blitar.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Relawan Tekhnologi Informasi Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar.

Pandu digital merupakan program dari kementrian Kominfo terutama Direktur Jendral Aplikasi Dan Informatika (Dirjen Aptika) Kabupaten Blitar yang digelar di Aula Wisata Edukasi Kampung Coklat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfo, Eko Susanto dan sebagai narasumber dari Dinas Pertanian dan pangan yang diwakilkan oleh Sekdin Ir. Nevi Setyabudiningsih.

“Ini merupakan program untuk pemberdayaan pendamping literasi digital, yang difasilitasi oleh Kementrian kominfo dengan yang disesuaikan dengan level level. Yang juga diselaraskan dengan program Pemkab Blitar yang diimplementasikan dengan digitalisasi desa,” jelas Kepala Dinas Kominfo, Eko Susanto,Rabu(3/21/2021).

Harapannya dengan dibentuknya Pandu digital ini bisa menjadi pioner perubahan didesa dengan menginisiasi pelayanan digital dengan mengusulkan ke desa dan UMKM bisa beralih kepada marketing online.

“Dari hasil bimtek ini nantinya diharapkan bisa masuk dalam on the board jaringan jual beli online. Sedangkan pariwisata sekarang ini promonya tidak hanya manual saja tetapi secara online juga.

Bagi desa wisata, pandu wisata akan mempromosikan secara online, seperti bagaimana menawarkan homestay, menawarkan paket wisata sehingga bisa merubah mindset dalam memasarkan sesuatu dan menambah kesejahteraan masyarakat meningkat.” jelasnya.

Untuk rekrutmen peserta Workshop, menurut Eko Susanto diserahkan pada Relawan TIK, dimana di setiap kecamatan ada relawannya yang membuka pendaftaran untuk menjadi pandu digital

“Peserta workshop ini semua relawan yang mempunyai kepedulian terhadap perubahan desanya, yang punya sense of belonging pada desanya,” ujar Kadin Pertanian dan Pangan.

Hamzah Fatoni Ketua Umum Relawan TIK Kabupaten Blitar menjelaskan, desa itu ada 3 aspek yaitu infrastruktur jaringan internet, aplikasi pelayanan publik atau database, dan aspek pengembangan sumber daya manusia (SDM). Untuk pengembangan SDM, dengan adanya pandu digital ini bisa meliterasi masyarakat yang lain.

“Dengan adanya pandu digital diharapkan bisa mendampingi desa untuk mengimplementasikan desa,” harapnya.

Jumlah peserta dengan Jalur diluar jaringan (Luring) sekitar 115 seperti yang sedang dilaksanakan hari ini. Selanjutnya nanti akan diadakan roadshow di 20 desa yang sudah dijadikan pilot project smart village dari kemendes.

(adv/kmf/didik).