Pelosok Bone Bolango: Sinyal Terbatas, Tak Jadi Batasan Mengenal Rupiah

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Keterbatasan internet dan sinyal telepon menjadi bagian dari keseharian warga di Desa , Kabupaten . Namun, kondisi itu tak menjadi batasan bagi anak-anak di wilayah tersebut untuk mendapatkan pengetahuan tentang rupiah.

Suasana itu terlihat di , Desa Ilohuuwa, saat (BI) Provinsi Gorontalo bersama menggelar Ekspedisi , Program Menyapa Pelosok Negeri.

Anak-anak di sekolah tersebut mendapat edukasi tentang Cinta, Bangga, Paham (), meski harus berada di wilayah dengan akses internet dan komunikasi yang terbatas.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, M. Andi Destriyan, mengatakan edukasi rupiah selama ini lebih banyak dilakukan di wilayah perkotaan. Karena itu, BI juga mendorong agar masyarakat dan anak-anak di daerah dengan akses terbatas mendapatkan kesempatan yang sama.

“Edukasi cinta bangga paham rupiah ini supaya masyarakat dan anak-anak di daerah pelosok yang aksesnya terbatas memiliki hak dan kesempatan yang sama,” ujar Andi.

Menurutnya, keterbatasan akses bukan alasan untuk menghentikan edukasi. Bahkan, wilayah yang sulit dijangkau menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.

“Walaupun jalannya sulit, internet dan sinyal belum ada, edukasi tetap bisa dijalankan agar siswa dan masyarakat mendapatkan pengetahuan yang sama seperti di wilayah lainnya,” katanya.

Selain menyasar siswa, kegiatan Polopalo juga melibatkan masyarakat sekitar. Berbagai kegiatan dan perlombaan dilakukan agar pesan mengenai rupiah tidak hanya diterima oleh anak-anak di sekolah, tetapi juga menjangkau masyarakat.

Tahun ini, BI melakukan pemetaan dan survei untuk menentukan wilayah yang menjadi sasaran program. Sebanyak empat wilayah diprioritaskan dalam pelaksanaan edukasi di daerah dengan akses terbatas.

Bagi BI, mengenal rupiah bukan sekadar mengetahui bentuk dan nilai uang. Melalui CBP Rupiah, masyarakat diajak untuk mencintai rupiah dengan mengenali dan merawatnya, bangga menggunakan rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta memahami cara menggunakan uang secara bijak.

Pesan itu pun dibawa hingga ke wilayah yang akses internetnya masih terbatas. Sebab, keterbatasan sinyal tidak seharusnya membuat anak-anak di pelosok kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan yang sama.

 

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60