TanggalApril 10, 2021

Pemkab Bone Bolango Masifkan Konservasi Lingkungan

Konservasi Lingkungan Bone Bolango

READ.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango (Bonebol) memasifkan upaya konservasi lingkungan.

Seperti yang disampaikan Bupati Bonebol Hamim Pou, pada kegiatan sosialisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestri di RM. Miranti Indah, Selasa (2/3/2021).

Pada sosialisasi yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Kabupaten Bone Bolango itu, Hamim membeberkan beberapa data yang ia kantongi.

“Keberadaan lahan kritis di Kabupaten Bone Bolango saat ini telah mencapai 28 ribu hektar atau 27.997,68 hektar berdasarkan update data tahun 2020,” beber Hamim.

Lahan itu, lanjut Hamim, tersebar dalam kawasan hutan seluas 4.119,60 hektar atau 2,19 %, dan luar kawasan hutan seluas 23.878,09 hektar atau 14,87 %.

Maka bagi Hamim, kegiatan sosialisasi RHL itu, diharapkan sebagai langkah awal untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatka fungsi hutan dan lahan.

“Terlebih untuk meningkatkan daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan,” harapnya.

Apalagi, bagi Hamim, kegiatan RHL itu telah memasuki paradigma baru, yakni dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek dan objek utama dalam pelaksanaan yang ditransformasikan melalui pola agroforestri.

“Olehnya, saya menyambut baik kegiatan sosialisasi RHL agroforestri ini, karena pada faktanya, Bone Bolango memiliki area hutan sangat luas,” ujarnya.

Menurutnya, lebih dari 70% wilayah Bone Bolango adalah hutan. Terdiri dari hutan taman nasional, hutan lindung, hutan produksi, maupun hutan produksi terbatas.

“Dari lebih 70% kawasan hutan, ada sekitar 17% lebih yang dalam kondisi kritis. Apakah di area hutan itu sendiri maupun di sekitar kawasan luar hutan,” ungkapnya.

Apalagi, imbuhnya, salah satu visi dari Kabupaten Bone Bolango adalah pembangunan infrastruktur dengan memperhatikan daya dukung lingkungan.

“Itu yang harus kita jaga. Belum lagi, brandings kita di Bone Bolango adalah kabupaten konservasi. Belum lagi pertanian kita adalah pertanian organik,” tandasnya.

(SAS/RL/Read)