Pemkot Gorontalo Targetkan Vaksinasi 3.000 Penerima Perhari

READ.ID – Langkah serta gagasan untuk memaksimalkan program vaksinasi oleh Pemerintah Kota Gorontalo, terus dilakukan oleh Wali Kota Marten Taha.

Upaya tersebut dengan menggagas tempat vaksinasi serentak (TVS) untuk masyarakat. Menurut Marten, hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran kasus Covid-19.

“Tentunya, upaya yang dilakukan kali ini, yakni dengan membuat gerai vaksinasi sesuai dengan jumlah masyarakat di setiap kecamatan,” ungkap Marten, usai menghadiri lunching TVS di Kota Gorontalo, Kamis (12/8/2021).

Seperti halnya yang dilaksanakan di Kelurahan tenda yang memiliki 3.000 kepala keluarga, sambung Marten.

Pihaknya, tegas Wali Kota, akan menggenjot gerai posko vaksin di lima titik.

“Tujuannya, untuk meningkatkan jumlah kuantitas masyarakat sekitar untuk mendapatkan vaksin,” jelasnya.

Menurutnya, apabila masyarakat tersebut yang melakukan vaksinasi telah mencapai 80-90 persen, maka akan terbentuk Herd Immunity.

Bahkan, dapat pastikan tingkat kasus Covid-19 di wilayah tersebut terjadi penurunan.

“Selanjutnya, kami akan berpindah-pindah dari satu kelurahan ke kelurahan lain, seperti saat ini yang dilakukan di Kecamatan Hulonthalangi dan Kota Utara,” bebernya.

Pihaknya pun menyebutkan, pencanangan vaksinasi serentak ini, didukung oleh Gubernur Rusli Habibie, dalam mempercepat capaian vaksinasi di Kota Gorontalo.

“Intinya, saat ini kuncinya ada di masing-masing lurah dan camat, terutama cara mereka menggerakkan RT/RW. Karena, kendala yang dihadapi saat ini adalah menghadirkan masyarakat untuk di vaksin,” sebutnya.

Untuk itu, kata Marten, peran dari camat, lurah, yang didukung oleh Babinsa, Babinkamtibmas dan juga Satpol dan yang sulit untuk dijangkau, dapat dibantu oleh Dinas Perhubungan untuk naik Bus diantar pulang ke rumah masing-masing warga.

Marten berharap, dengan adanya strategi seperti ini, dapat mempercepat capaian vaksinasi di Kota Gorontalo. Yakni dengan target perhari 3.000 yang divaksin.

“Olehnya, saya meminta setiap kelurahan dapat menargetkan dari jumlah penduduk yang ada minimal dua hari, sudah harus diselesaikan oleh camat atau lurah. Bila tidak, tentunya kita akan evaluasi lagi,” harapnya.

(Rinto/Read)