Polemik Tumbilotohe

Funco Tanipu

Polemik soal Tumbilotohe tidak perlu diperpanjang. Problemnya bukan pada soal Tumbilotohenya, tetapi pada kadar diri masing-masing. Silahkan mengukur dan bercemin secara pribadi, apakah masih terganggu dengan Tumbilotohe atau tidak?

Di sisi lain, Tumbilotohe itu energi kolektif-positif publik, dikonstruksi sekian puluh tahun hingga menjadi salah satu even terbesar di Gorontalo, selain Lebaran Ketupat di Kampung Jawa.

Sebagai energi kolektif-positif, tentu yang harus dilihat lebih mendalam adalah soal pengelolaan, misalnya soal penggunaan sumber energi terbarukan, lalu mengenai inovasi dalam Festival dan banyak hal lainnya agar bisa menjadi daya tarik bagi orang Gorontalo yang ada di luar untuk mudik.

Sebagai catatan penting, jumlah mudik itu sangat membawa efek positif pada jumlah remiten yang masuk ke Gorontalo. Tinggal pengelolaan remiten yang harus ditata agar lebih baik.

Selain sebagai faktor penarik wisatawan atau diaspora Gorontalo untuk mudik, Tumbilotohe juga adalah energi positif yang bisa menambah semangat penguatan identitas kegorontaloan. Kecintaan pada tanah air, khususnya Gorontalo tentu akan bisa lebih dipupuk. Tumbilotohe selama ini juga telah menjadi medium pendidikan sejarah dan budaya bagi anak-anak Gorontalo.

Momentum kolektif seperti ini sangat minim di Gorontalo, bahkan hampir hilang. Padahal, momentum kebudayaan dan seni seperti ini menjadi ikhtiar penting juga bagi penguatan kebudayaan Gorontalo.

Karena itu, mempertahankan Tumbilotohe menjadi penting di tengah gempuran budaya luar dan ancaman redupnya kebudayaan lokal.

Berita terkait lainnya