Positif COVID-19, 30 Prajurit Brigif 22/Ota Manasa dapat bantuan dari Gubernur

Brigif 22 Ota Manasa

READ.ID – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyerahkan bantuan bagi 30 prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 22/ Ota Manasa (OM) di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (9/8/2021).

Mereka saat ini sedang menjalani karantina terpusat di fasilitas milik Dinas Kesehatan Pemkab Gorut yang tidak jauh dari lokasi Mako.

Bantuan yang diserahkan berupa 150 Rapit Antigen, masker 20 kotak, vitamin C 96 kotak. Ada juga Zinc tablet 25 kotak, obat batuk sirup 25 botol dan obat batuk tablet 10 kotak.

“Saya cukup kaget dilaporkan oleh Kepala Dinas Kesehatan saya bahwa di Brigif 22/Ota Manasa ada 30 orang yang sedang isolasi carena covid-19. Saya bilang jadwalkan saya untuk datang menyerahkan bantuan,” kata Gubernur Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu berharap agar personil yang karantina segera pulih dan kembali ke kesatuannya. Rusli juga mengingatkan bahwa upaya melawan pandemi covid-19 hanya bisa dilakukan secara bersama sama dan kompak.

Ia menyadari seorang gubernur tidak bisa berbuat apa apa tanpa bantuan wali kota, bupati, forkopimda hingga di tingkat kecamatan dan desa. Termasuk kepatuhan dan kepedulian masyarakat.

Sementara itu, Komandan Brigif 22/OM Letkol Inf. Made Sandy Agusto mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Gubernur Rusli kepada kesatuan dan personilnya. Ia juga memohon maaf belum bisa bersilaturahim karena lebih banyak berada di Batalyon 711/Raksatama Palu mempersiapkan latihan pratugas Satgas ke Papua.

“Kami atas nama kesatuan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu serta jajaran Forkopimda berkenan hadir ke tempat ini,” tutur Letkol Made.

Letkol Inf. Made menjelaskan, 30 prajuritnya yang terpapar covid-19 terdiri dari 21 anggota Brigif 22/OM, 6 prajurit Batalyon Infantri 711/Raksatama Palu dan 3 orang dari Batalyon 715/Motuliato.

“Sebelum kami berangkat latihan ke Palu, Pak Gubernur, semua prajurit ini sudah di swab hasilnya negatif. Mereka ini mayoritas baru masuk dari Rindam (sekolah TNI AD). Setiap personil baru masuk pasti kami swab dan hasilnya negatif. Ternyata laporan berikutnya kok jadi positif setelah saya berangkat,” jelas komandan dua bunga itu.

Pihaknya terus memantau anggota yang saat ini sedang isolasi terpusat. Secara umum semuanya dalam kondisi sehat dan tidak bergejala. Hasil swab PCR sedang ditunggu untuk memastikan apakah 30 personil tersebut sudah bisa kembali ke kesatuan masing-masing. (rls)