Presiden Dukung Mahasiswa Kembangkan Potensi Diri

Presiden Dukung Mahasiswa Kembangkan Potensi di Luar Kampus melalui Kampus Merdeka

READ.ID – Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya mahasiswa mengembangkan kompetensi diri melalui program Kampus Merdeka agar dapat mengembangkan pengetahuan dan pengalaman untuk menciptakan lulusan yang kompetitif di masa depan.

Program Kampus Merdeka dan Kampus Merdeka Vokasi adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan kesempatan bagi puluhan ribu mahasiswa berkegiatan di luar kampus yang melibatkan mahasiswa, dosen, industri, dan masyarakat.

“Ini pentingnya pendidikan kewirausahan dan interaksi yang intensif dengan DUDI bagi lahirnya sebuah karya inovatif bangsa kita,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden berharap para lulusan harus sangat kuat dedikasinya untuk kemajuan bangsa yang mencakup unsur kemanusiaan, toleransi, dan kebinekaan. Kemudian, mereka harus memiliki karakter dan skills pembelajar yang kuat untuk memperbarui pengetahuannya.

Selain kemampuan akademik, berbekal teknologi dan jiwa enterpreneurship, para lulusan juga harus mempunyai kemampuan berinovasi sehingga dapat menjadi solusi atas problematika di masyarakat. Adanya keterlibatan industri pada pendidikan tinggi supaya para lulusan tidak hanya sekadar mengisi lapangan kerja namun juga mampu menciptakannya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim menjelaskan bahwa untuk menjawab kebutuhan di masa depan untuk menciptakan SDM Indonesia yang unggul, Kemendikbudristek menyediakan beberapa program yang dapat diikuti mahasiswa, yaitu 15 ribu program magang bersertifikat, 5 ribu program studi independen, 160 program perusahaan dan organisasi kelas dunia/BUMN, 35 ribu kesempatan untuk berbakti melalui Kampus Mengajar, 20 ribu program pertukaran pelajar dalam negeri, dan seribu program pertukaran pelajar internasional.

“Ada delapan jenis kegiatan belajar di luar kampus yang bisa dijalankan mahasiswa, yaitu magang/praktik kerja, proyek kemanusiaan, pertukaran pelajar, membangun desa, kegiatan wirausaha, penelitian/riset, Kampus Mengajar/Asistensi Mengajar, dan studi/proyek independen,” urainya.

Kampus Merdeka memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mencari pengalaman di dunia kerja secara nyata. Dari delapan semester di jenjang S-1, tiga semester diberikan hak pada mahasiswa untuk mencari pengalaman di luar prodi agar mereka mendapatkan skills dan ilmu yang berbeda di luar prodinya. Sementara untuk pendidikan vokasi di jenjang D1 hingga D3 diberi kesempatan yang sama, disesuaikan dengan lama waktu studinya.

Pentingnya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa menjadi esensi program ini. Sebab, Pertukaran Mahasiswa Merdeka memberi ruang kepada mahasiswa untuk saling mengenal ragam kekayaan bangsa Indonesia sembari mengenyam perkuliahan.

“Program ini adalah salah satu program terbesar kita, yang mana kita mendorong pertukaran mahasiswa selama 1 semester di negara kita,” katanya.

Program Pertukaran Mahasiswa sebelumnya sudah ada, tapi hanya melibatkan sekitar 200 mahasiswa dalam setahun. Sekarang, melalui Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Kemendikbudristek berupaya meningkatkan angka partisipasi program hingga mencapai 20 ribu mahasiswa di tahun 2021. Hal ini bertujuan untuk mencapai perubahan fundamental bagi generasi berikutnya dalam skala yang lebih besar.

“Sembari mahasiswa merantau ke berbagai daerah selama satu semester, mereka diajarkan untuk mengenal perspektif baru mengenai keragaman negerinya. Mereka belajar toleransi dan inilah yang akan memecahkan sekat-sekat identitas di Indonesia, membuat kita mencintai budaya kita, dan membuat kita sadar bahwa kita satu, Indonesia,” jelasnya.

Program berikutnya yaitu Kampus Mengajar. Program ini memfasilitasi mahasiswa untuk mengajar di berbagai pelosok daerah guna meningkatkan pemahaman numerasi dan literasi bagi siswa SD dan SMP.

“Sebagai (mahasiswa) lulusan di Indonesia, Anda harus berkontribusi ke generasi selanjutnya. Tidak perlu menunggu lama, melainkan sejak masih mahasiswa kita tanamkan jiwa sosial, bahwa mereka sudah harus berkontribusi untuk adik-adik mereka. Ini esensi Kampus Mengajar,” ungkapnya.

Program Kampus Mengajar memungkinkan transformasi pendidikan di berbagai pelosok negeri terjadi lebih cepat karena kita mengirim mahasiswa dengan talenta terbaik untuk membantu guru-guru menghadapi tantangan pembelajaran yang luar biasa. Seperti: tantangan infrastruktur, ekonomi, orang tua, dan berbagai kondisi lainnya yang menantang. Sementara itu, untuk sekolah dampaknya luar biasa karena keterlibatan mahasiswa dalam memecahkan masalah pendidikan di daerah terutama di masa pandemi akan mengurangi jumlah learning loss yang terjadi.

“Program Kampus Mengajar bukan hanya baik sekali bagi perkembangan dan kolaborasi jiwa sosial mahasiswa, tapi juga meningkatkan kompetensi numerasi dan literasi anak-anak kita yang paling tertinggal disebabkan karena pandemi,” tuturnya.

Menurut catatan Kemendikbudristek, sebanyak 35 ribu mahasiswa akan berpartisipasi mengajar di tahun 2021. Melibatkan 360 perguruan tinggi, 4.800 sekolah dasar, 375 SMP yang akan membantu 34 provinsi.

“Angka ini belum pernah terjadi dalam sejarah dunia pendidikan Indonesia. Harapannya ini terus meningkat tiap tahun dan ini akan jadi transformasi sistem pendidikan di Indonesia,” ungkap Nadiem.

Kepada universitas, Ia mendorong untuk segera menciptakan program turunan dari Kampus Merdeka.

“Itu tantangan saya untuk semua universitas. kita sudah berikan bantuan, pendanaan, dan mengorganisasi program-program seperti ini. Sekarang waktunya universitas juga menunjukkan, apa yang bisa Anda lakukan, ciptakanlah program-program secara mandiri.”

Sebelum mengakhiri paparannya, Menteri Nadiem mengimbau kepada dunia usaha dan industri untuk memberi kesempatan belajar bagi mahasiswa di luar kampus. Sedangkan bagi mahasiswa, carilah kesempatan-kesempatan lain baik di dalam maupun di luar kampus.

“Kalau Anda tidak daftar, Anda rugi luar biasa. Silakan cek situs resmi: kampusmerdeka.kemdikbud.go.id. Seluruh registrasi dapat dilakukan online. Keterima tidak keterima, mahasiswa harus mencoba. Jangan kalah mental dulu!” pungkasnya.