Sebuah Survey Mengklaim Elektabilitas PDIP Terjun Bebas Akibat Menurunnya Kepercayaan Pada Pemerintah

READ.ID – Elektabilitas PDI Perjuangan sebagai partai pendukung utama Pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) anjlok kalau tidak boleh dikatakan terjun bebas. Penyebabnya tidak lain karena kepercayaan rakyat kepada Pemerintahan yang berkuasa saat ini berkurang.

“Itu tercermin dari hasil survei Dinamika Reseach Center yang diumumkan secara online akhir pekan kemarin,” kata peneliti senior Dinamika Reseach Center, Dr Irfan Aulia dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp (WA) yang diterima Read.id, Senin (20/7) malam.

Survei dilakukan awal Juni 2020 dengan 2400 responden yang tersebar di 240 kelurahan/desa di seluruh Indonesia dan dilakukan melalui wawancara face to face dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Anjloknya elektabilitas PDI Perjuangan, ungkap Irfan, karena berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada Pemerintahan Jokowi akibat mereka merasakan serta melihat hidup semakin susah, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi hampir disemua sektor, sulitnya anak bangsa mendapatkan pekerjaan di tengah banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) terutama dari China bekerja di Indonesia, harga kebutuhan pokok yang tidak stabil, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), iuran BPJS Kesehatan dan berbagai masalah lain di bidang, ekonomi, politik, hukum dan sosial.

Irfan mengatakan, elektabilitas PDI Perjuangan sebagai partai penguasa mengalami penurunan yang sangat tajam. Pada pemilu lalu, PDI Perjuangan sebagai pemenang meraih 27 juta lebih pemilih atau sekitar 19,33 persen dari total suara. Namun, dari hasil survei Dinamika Reseach Center, pada saat ini elektabilitas PDI Perjuangan hanya sekitar 16,1 persen.

Menurut Irfan, kepercayaan masyarakat kepada Pemerintahan Jokowi menjadi pemicu utama turunnya elektabilitas PDI Perjuangan. Walau angka survei terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah masih di atas angka 51 persen, artinya lebih separuh masyarakat masih beranggapan pemerintah mampu menyelesaikan masalah yang ada, tetapi ini jauh menurun dibandingkan angka survei yang sama saat pemerintahan baru terbentuk, akhir Oktober lalu.

Pada saat itu, tingkat kepercayaan masyarakat berada di atas 65 persen.

Bukan hanya itu, 45,8 persen masyarakat juga cenderung tidak percaya kepada kebersihan pemerintahan ini, atau terbebas dari korupsi. Hanya 28,6 persen saja masyarakat yang meyakini Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin ini bersih dari issue korupsi. Sekitar 25,5 persen masyarakat tidak memberikan jawaban dengan berbagai alasannya masing-masing.

Survei dilakukan awal Juni 2020 dengan 2400 responden yang tersebar di 240 kelurahan/desa di seluruh Indonesia dan dilakukan melalui wawancara face to face dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version