Sekolah di Gorontalo akan Segera Dibuka

READ.ID – Sekolah yang ada di Provinsi Gorontalo, akan segera dibuka pada tahun ajaran baru ini.

Pembukaan sekolah ini, tidak terlepas dari syarat yang diberlakukan, seperti yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo, dan edaran dari Wali Kota.

Kepala Dinkes Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman mengatakan, untuk pelaksanaan belajar tatap muka, telah diatur dalam surat keputusan bersama (SKB), dari Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri.

“Untuk pelaksanaan belajar tatap muka ini, sudah di atur dalam SKB dari beberapa menteri. Di antaranya, Menteri Pendidikan, Kesehatan, Agama dan Menteri Dalam Negeri, ” bebernya.

Sesuai edaran Wali Kota Gorotalo, Marten Taha, pembukaan sekolah di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III ini boleh dilaksanakan, dengan ketentuan kapasitas hanya 50 persen dari 100 persen jumlah siswa di kelas.

Selain itu, Yana mengungkapkan,pelaksanaan proses belajar tatap muka nanti, juga diperlukan persetujuan dari para orang tua siswa.

“Sebab, pada daerah dalam status PPKM level III, orang tua berhak memilih, apakah proses belajar dilaksanakan tatap muka atau secara daring,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Yana, ketentuan lain untuk belajar tatap muka yaitu, para siswa dan guru harus sudah divaksin, dan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Protkes) yang ketat.

“Untuk pelaksanaan belajar tatap muka, semua siswa maupun guru harus sudah divaksinasi, juga harus mematuhi Protkes yang ketat, yakni pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ungkapnya, Rabu (25/8/2021).

Terakhir, Yana menambahkan, sampai dengan saat ini, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo belum mengambil sikap untuk pembelajaran tatap muka.

Hal itu dilakukan karena, masih banyak pertimbangan terkait beberapa hal, juga unsur kehati-hatian dalam mengambil sikap.

“Sebab, jika kita membuka tatap muka di sekolah, ditengah-tengah eskalasi yang sangat tinggi, maka cukup beresiko,” tandasnya. (Rinto/Read)