Nasional Politik

Tekan Angka Golput Maka Sosialisasi Hak Pilih Harus Tepat Sasaran

READ.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Gorontalo patut diapresiasi upaya untuk menekan angka golput. Namun penting juga dalam memberikan sosialisasi pentingnya hak untuk memilih harus tepat sasaran.

“Tahun depan Gorontalo akan menghadapi tiga Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) tentu angka partisipasi pemilih harus lebih tinggi dari Pemilu tahun ini,” kata Funco Tanipu Direktur The Gorontalo Institute.

Setiap perhelatan pemilihan umum, KPU selalu mencatat angka partisipasi pemilih dan juga angka pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya.

“Dan setiap pelaksanaan Pemilu pun, KPU selalu turun melakukan sosialisasi guna menaikan angka partisipasi dan menurunkan angka Golput,” jelasnya.

Namun pertanyaanya apakah sosialisasi penggunaan hak pilih sudah tepat sasaran ?. Ini yang perlu dikaji lagi.

Banyak di jumpai, KPU melakukan sosialisasi tahapan Pemilu ditingkat pelajar, mahasiswa, petani, nelayan dan kelompok masyarakat lainya.

“Apakah orang-orang ini adalah pemilih yang belum sadar tentang pentingnya hak pilih, atau jangan-jangan mereka adalah orang-orang yang peduli dengan demokrasi,” ujar Funco.

Ucapan KPU

Menurutnya, KPU perlu memperhatikan atau mendata kembali siapa saja orang yang tidak menggunakan hak pilih, sehingga untuk sosialisasi pemilu selanjutnya mereka inilah yang menjadi target untuk diberikan sosialisasi.

“Kan ada data pemilih yang datang ke TPS, yang ditulis didalam format daftar hadir pemilih, tinggal dilihat saja siapa yang tidak datang ke TPS, itulah yang menjadi sasaran untuk menekan angka golput tadi,” tegasnya.

Sebelumnya anggota KPU Provinsi Gorontalo Sophian Rahmola selaku divisi perencanaan data dan informasi membuat langkah baru, dimana pada Pemilu kali ini akan mendata pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput.

Baca Juga : Terobosan Baru, KPU Gorontalo Akan Buat Database Pemilih Golput

“Kita akan buat database pimilih yang sudah mempunyai hak pilih, tapi dia tidak menggunakan hak pilihnya,” kata Sophian Rahmola, saat rapat evaluasi dan konsolidasi tahapan penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Hal ini dimaksud agar pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk tiga daerah tahun depan, KPU sudah tahu siapa yang harus didatangi untuk menjadi target sosialisasi,” tegas Sophian.

Sehingga secara berkala, angka Golput untuk Provinsi Gorontalo bisa terus ditekan.

Berikan Penilaian Anda

/ 5.

Berita Terkait Lainnya