Thomas Bantah Renovasi Pasar Sentral Direkomendasikan DPRD tak Dilanjutkan

READ.ID – Thomas Mopoli membantah renovasi Pasar Sentral direkomendasikan DPRD Provinsi Gorontalo untuk tak dilanjutkan pekerjaannya.

Pasalnya, kata Ketua Komisi III ini, dari informasi yang diterima, ada pihak yang mengatakan pengerjaan pembangunan Pasar Sentral diminta dihentikan oleh pihak DPRD provinsi.

“Perlu saya tegaskan, sebetulnya dalam pembangunan tersebut terdapat kisruh yang terjadi dalam pengadaan pasar sentral ini,” kata Thomas, usai ditemui pada rapat dengar pendapat bersama pihak Balai Lelang BP2JK, Senin (15/2/2021).

Ia menjelaskan kisruh terjadi diakibatkan adanya salah satu pemenang lelang telah memalsukan salah satu dokumen.

Sebab, dokumen yang mensyaratkan harus memiliki pengalaman kerja senilai 21 Milyar, justru pihak pemenang tersebut menyampaikan pengalaman kerjanya 31 milyar yang diketahui palsu.

“Jadi, setelah kami datang di lapangan, seperti yang disampaikan pemenang lelang tentang pengalaman kerja 31 Milyar untuk pembangunan Pasar di Masamba Sulawesi Selatan di tahun 2010 sampai 2020, terbukti tidak ada,” ungkap Thomas.

Artinya, lanjut Thomas, pihak pemenang lelang tersebut telah memalsukan dokumen disaat memenangkan proyek tersebut. Ia menyebutkan adapun salah satu unsur yang dapat membatalkan lelang, apabila ditemukan pemalsuan dokumen.

“Jika melihat hal ini, maka terpenuhilah unsur untuk membatalkan pemenang lelang,” ucap politisi Golkar asal Gorontalo Utara ini.

Menindaklnjuti hal tersebut, pihaknya sudah memberikan rekomendasi kepada pihak Kementerian PU untuk mengambil langkah-langkah pembatalan, dan saat ini sudah pada tahapan itu.

Ia memastikan pihak kontraktor yang memalsukan dokumen tersebut, kemungkinan akan dipidana dan dimasukkan ke penjara.

“Kami pun terus memikirkan nasib para pedagang pasar sentral yang berjualan di tepi jalan. Namun, kami pun tidak dapat melegalkan yang ilegal untuk memaksakan hal ini,” tutur Anggota DPRD Provinsi Gorontalo itu.

Dirinya berharap para pedagang untuk bersabar sedikit agar pembangunan pasar sentral lebih terarah dan tidak merugikan uang negara.

(Rinto/Read)

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version