Video Viral, “Tendangan Melukai Hati” saat Bentrok Tolak Omnibus Law di Gorontalo

Tolak Omnibus Law

READ.ID – Beredar video di media sosial yang captionnya diberi nama “Tendangan Melukai Hati”. Video itu memperlihatkan aparat kepolisian menembakkan gas air mata kepada massa aksi yang menggelar unjuk rasa tolak Omnibus Law undang-undang cipta kerja di simpang lima Kota Gorontalo, Kamis (08/10/2020).

Namun tembakan gas air mata tersebut dihadang salah satu massa aksi dengan cara menendangnya kembali kepada aparat kepolisian.

Uniknya, dalam video berdurasi 20 detik itu juga disertai suara dari salah satu komentator yang seakan-akan berada dalam pertandingan sepakbola.

“Jebreet, tendangan merobek jaring, tendangan tanpa ampun, tendangan roket melukai hati, tendangan mengagetkan kita, Gollll”. Kurang lebih seperti itulah ucapan komentator yang dipadukan dalam video tersebut.

Video itu kemudian viral dan membuat para netizen berkomentar di berbagai media sosial seperti whatsaap dan facebook. Mereka menganggap video tersebut adalah hal yang unik dan lucu, serta ada juga netizen yang menilai, hal itu sebagai bentuk keberanian dari salah satu massa aksi menghadapi pihak kepolisian.

Saat ini, salah satu massa aksi yang diduga mahasiswa dalam video itu belum diketahui identitasnya, maupun siapa pembuat video tersebut.

Seperti diketahui, aksi bentrok terjadi antara massa aksi dengan aparat kepolisian di sepanjang jalan simpang lima hingga di jalan Aryo Katili (Ex Andalas). Polisi berupaya memukul mundur dengan berbagai cara mulai dari menembakan gas air mata dan menyemprotkan water cannon ke para massa aksi.

Kordinator aksi, Hidayat musa mengatakan, aksi bentrokan membuat 6 mahasiswa ditangkap polisi. Menurut Hidayat, terdapat juga dua mahasiswa yang terluka dan kemudian dilarikan ke rumah sakit.

“Kami sudah konfirmasi teman-teman kami sudah ditahan, tapi kami tidak tahu persis mereka ditahan dimana. Ada juga dua teman kami alami luka-luka,” ungkap Hidayat, Kamis (8/10/2020).

Iya menjelaskan sebelumnya aksi yang mereka jalankan berlangsung damai. Namun, karena ada provokasi sehingga aksi berubah menjadi bentrok. Tidak hanya itu, ada bentuk penghalangan dari aparat kepolisian terhadap massa yang ingin melaksanakan demo di DPRD Kota Gorontalo.

(RL/Read)

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version