Warga Gorontalo Diminta Tidak Bergantung Produk Pangan Luar

READ.ID,- Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menekankan budaya menanam aneka komoditas pangan di pekarangan rumah perlu ditingkatkan untuk mendukung diversifikasi pangan dan meminta  warga untuk tidak bergantung dari produk pangan luar daerah yang dijual di pasaran sebab hal itu sangat riskan karena berpotensi kekurangan stok dan berdampak pada harga yang mahal.

Menurut Rusli, salah satu penyumbang inflasi di Provinsi Gorontalo adalah komoditas berupa bawang, cabai dan tomat masih banyak yang dipasok dari daerah tetangga.

“ Penduduk kita sekitar 1,1 juta jiwa atau sekitar 400-500 ribu KK, katakanlah. 100 ribu KK saja tiap hari tanam rica harganya Rp10.000 per kilo, berarti ada uang Rp1 miliar berputar di masyarakat,” Kata Rusli.

Hal ini dikatakan Rusli saat mengunjungi salah satunya Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo yang menjadi KRPL terbaik tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2018, Sabtu (13/4/2019).

Gubernur Rusli menginginkan agar dinas teknis melakukan pemetaan di semua kabupaten/kota terkait eksistensi KRPL. Kelompok ibu-ibu ini diharapkan bisa memasok kebutuhan pangan lokal masyarakat agar tidak bergantung dari daerah lain.

Untuk mendukung eksistensi KRPL, Gubernur Rusli menyerahkan dua jenis bantuan yakni KRPL dan Kelompok Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Untuk KRPL dibagi berdasarkan dua kategori. Kategori kelompok tahap pengembangan sebanyak 10 kelompok mendapat bantuan Rp15 juta per kelompoknya, sementara KRPL tahap penumbuhan sebanyak 5 kelompok memperoleh bantuan Rp50 Juta per kelompok.

Sementara untuk PUPM juga dibagi berdasarkan dua kategori yakni kelompok pengembangan dan kelompok pertumbuhan. Kelompok pengembangan memperoleh Rp60 juta per kelompok sementara kelompok penumbuhan mendapat bantuan Rp160 juta per kelompok.****

Baca berita kami lainnya di

banner 728x90

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published.