DPRD Provinsi akan Turun Lapangan Cek Aktivitas Tambang Ilegal di Pohuwato

Tambang Ilegal Pohuwato

READ.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinisi Gorontalo Adhan Dambea mengatakan pihaknya akan turun ke lapangan untuk mengecek aktivitas tambang yang dinilai ilegal di Kabupaten Pohuwato.

Pernyataan ini disampaikannya untuk menanggapi Pemuda dan Rakyat Peduli Provinsi Gorontalo yang melakukan demonstrasi dan meminta pertambangan emas ilegal yang ada di Kecamatan Marisa dan Pantilanggio agar segera ditutup.

Adhan juga menjelaskan banjir yang sering terjadi di Provinsi Gorontalo salah satunya disebabkan dari aktivitas tambang yang ada.

Sehingganya, dia pun meminta agar pemerintah dapat menseriusi tuntutan yang disampaikan para demonstran tersebut.

“Kita sudah mulai banjir bandang kemarin. Itu pengaruh tambang dan juga pengrusakan hutan. Jadi, apa yang dilakukan oleh ade-ade ini saya kira perlu diseriusi oleh pemerintah,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan berencana akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait untuk membahas masalah tersebut.

“Alhamdulillah ada tekanan mahasiswa, ada presure mahasiswa. Mudah-mudahan ke depan insyaallah ini akan menjadi perhatian pemerintah,” ucap Adhan.

Saat demonstran melakukan aksi di Mapolda Gorontalo, salah satu orator Paris Jafar mengatakan tambang emas di wilayah tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat.

Mirisnya lagi, dirinya menduga ada aparat yang terlibat dalam aktivitas di tambang ilegal di Kabupaten Pohuwato itu.

Pada kesempatan itu, Paris Jafar berharap Mapolda Gorontalo agar menutup aktivitas pertambangan yang dinilai ilegal tersebut.

Bahkan, ia juga meminta agar Kapolres Pohuwato dicopot karena dinilai telah membiarkan aktivitas di tambang tersebut.

“Kita minta dicopot, karena kapolres telah membiarkan aktivitas di tambang itu,” tandasnya.

(RL/Read)

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version