Dua Warga Gorontalo Korban Kapal Tenggelam Ditemukan

READ.ID – Dua penumpang Kapal Layang Motor (KLM) Garuda Jaya yang tenggelam di Perairan Banggai Sulawesi Tengah, dikabarkan ditemukan selamat dengan kondisi lemas.

Dari data yang dihimpun read.id, diduga kedua korban yang ditemukan adalah Jemin Nm Botutihe ( L/28), warga Desa Tumbu Mekar Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, serta Ajis Abdullah (L/40), Warga Desa Batungo Bungo Kecamatan  Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Korban ditemukan KM Mana Lagi 01 dititik kordinat 1°12’1.00″S 123°56’3.43″T tepatnya ditanjung Pamali.

Humas Basarnas Palu, Fatmawaty mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan pada Selasa (27/8) sekitar pukul 21.30 Wita, bahwa Kapal Motor (KM) Mana Lagi 01 menemukan dua penumpang asal Gorontalo, diduga merupakan korban kapal Garuda Jaya yang tenggelam pada Jumat (23/8) lalu.

“Setelah mendapat laporan penemuan dua korban oleh kapal nelayan, Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi untuk memastikan apa benar mereka adalah korban dari KLM Garuda Jaya yang tenggelam,” Kata Fatmawaty saat dihubungi lewat telpon seluler oleh read.id, Rabu (28/8).

Basarnas Palu saat ini masih menjemput orang yang ditemukan tersebut. Sementara, tim SAR dilapangan belum bisa dihubungi karena berkendala dengan jaringan seluler.

” Kami akan laporkan lagi informasi pastinya, setelah mendapat laporan dari tim SAR dilapangan,” Tutup Fatmawaty.

Sebelumnya Kamis (22/8), 9 warga Gorontalo itu menumpang di kapal Garuda jaya dari pelabuhan dari pelabuhan Lalong Luwuk Kabupaten Banggai Sulteng dengan tujuan Tikong Taliabu, Maluku Utara. Mereka pergi ke Maluku Utara untuk bekerja sebagai pekebun cengkeh.

Pada Jumat (23/8) sekitar pukul 23.00 Wita, tiba-tiba kapal mengalami kebocoran pada bagian lumbung kapal yang kecelakaannya pada titik kordinat 1°37’46.36″S – 124°18’55.29″T, sekitar 100 Nm dari pelabuhan Luwuk. Para penumpang sempat menyelamatkan diri menggunakan pelampung dan perahu sampan milik kapal tersebut. namun adanya ombak yang tinggi saat itu, membuat mereka terpisah berkelompok.