Gorontalo Minerals Presentasikan Realisasi Investasi 2026 Dihadapan Gubernur dan Bupati

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID — PT. Minerals mencatat realisasi investasi sebesar 30,3 persen pada kuartal pertama 2026 dari total rencana investasi tahunan, dengan progres konstruksi yang berjalan secara simultan di tiga front besar sekaligus: infrastruktur Mootawa, infrastruktur Sungai Mak, serta pembangunan Processing Plant di kawasan Motomboto.

Data ini disampaikan oleh Manager PT. Gorontalo Mineral, Didik B Hatmoko, dalam Rapat bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Selasa, 5 Mei 2026, di Ruang Huyula, Kantor , yang dihadiri Gubernur dan Bupati Bone Bolango Ismet Mile.

Didik menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi mendominasi realisasi investasi Q1 2026 dengan porsi sebesar 42 persen, diikuti realisasi pembangunan bangunan senilai 187 ribu dolar AS.

Dominasi eksplorasi ini bukan cermin dari lambatnya konstruksi, melainkan mencerminkan strategi perusahaan yang memang menempatkan pembuktian cadangan sebagai prioritas paralel yang tidak bisa ditunda.

Semakin besar cadangan yang terbukti, semakin kuat dasar perencanaan produksi jangka panjang yang akan menguntungkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah.

Konstruksi infrastruktur telah menorehkan sejumlah pencapaian fisik yang nyata dan terukur. Jalan utama tambang sepanjang 33 kilometer yang menghubungkan kawasan Motomboto dengan jalur distribusi utama telah selesai dibangun melalui proses konstruksi, revitalisasi, dan peningkatan sejak 2025.

Kompleks perkantoran Tombulilato juga telah berdiri sebagai pusat operasional di lapangan, sementara Camp Sungai Mak terus diperkuat kapasitasnya untuk mengakomodasi penambahan personel konstruksi yang terus bertumbuh.

“Infrastruktur adalah tulang punggung. Tanpa jalan yang baik, tanpa camp yang layak, tidak ada konstruksi yang bisa berjalan cepat. Kami memastikan fondasi ini kuat sebelum membangun yang lain,” jelas Didik.

Secara keseluruhan, timeline konstruksi yang dipaparkan mencakup lima kategori besar yang berjalan beriringan: infrastruktur Mootawa (termasuk kantor, camp, laboratorium, dan fasilitas ibadah), infrastruktur Sungai Mak (pad preparation, camp, dan utilitas), port dan jalan akses (termasuk jembatan sementara, jembatan permanen, dan dermaga), Processing Plant (leach pads, ADR Plant, dan kolam pengolahan), serta pengembangan tambang (open pit, waste dump, dan stockpile). Masing-masing komponen memiliki jadwal tersendiri yang saling terhubung dan dirancang untuk mencapai kesiapan produksi secara bersamaan pada pertengahan 2027.

Didik juga mengungkapkan detail kemajuan pada aspek yang paling kritis, yakni pembangunan OPP & ADR Plant yang menjadi inti dari Processing Plant. Pekerjaan sipil dan persiapan lahan untuk fasilitas ini telah dimulai pada 2026, sementara workshop dan kantor pendukung juga telah berdiri.

Persiapan laboratorium geologi pun sedang berjalan untuk memastikan sistem quality control bahan galian sudah siap beroperasi sebelum produksi dimulai.

“Setiap bulan ada kemajuan nyata di lapangan. Kami tidak bekerja di atas kertas saja. Bapak Gubernur dan Bapak Bupati bisa datang kapan saja untuk melihat langsung progres yang kami capai,” kata Didik dengan percaya diri.

Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam proses konstruksi juga menjadi bagian yang
ditonjolkan dalam paparan. Dari sisi jumlah perusahaan, 42 persen supplier yang
terlibat adalah perusahaan lokal, meskipun dari sisi nilai kontrak porsi lokal
masih berada di angka 16 persen dengan 82 persen dikuasai perusahaan nasional
dan 2 persen internasional.

Ke depan, peningkatan porsi nilai kontrak lokal menjadi target yang akan terus diupayakan sejalan dengan berkembangnya kapasitas
pelaku usaha daerah.

Dengan realisasi Q1 yang berada di angka 30,3 persen dan momentum konstruksi yang terus menguat, Didik menyatakan optimisme yang terukur bahwa target investasi tahunan 2026 dapat dicapai atau bahkan dilampaui. Namun ia juga mengingatkan bahwa hambatan lapangan — terutama terkait aktivitas tambang ilegal dan pembebasan lahan — harus segera diselesaikan agar momentum ini tidak terhenti di tengah jalan.

“Progres kami baik, tapi bukan berarti kami bisa bersantai. Tantangan di lapangan nyata adanya, dan kami butuh dukungan semua pihak untuk bisa terus melaju sesuai jadwal yang sudah kami komitmenkan,” pungkas Didik dalam forum tersebut.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60