Gubernur Gorontalo Bakal Pakai Tradisi Lokal “Beleuto” untuk New Normal

Tradisi Lokal Gorontalo
Tradisi Lokal Gorontalo

READ.ID – Menuju sistem new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bakal hidupkan tradisi lokal Beleuto yang biasa dipakai warga Gorontalo zaman dulu.

Hal itu terungkap saat Gubernur Rusli memaparkan penanganan Covid-19 di daerah setempat kepada ketua gugus tugas nasional, Kolonel Kristomei Sianturi secara daring (online), Rabu (24/6).

Rusli memaparkan, jika dilihat dari sistem new normal, di Gorontalo sendiri ada beberapa tradisi lokal yang hampir mirip dengan sistem tatanan kehidupan baru ini.

“Dulu kita punya kebiasaan pak Kolonel, namanya Beleuto, yaitu sarung yang digunakan untuk menutupi wajah. Jadi orang dulu itu, kalau keluar dari rumah, ibu-ibu atau cewek-cewek memakai sarung menutupi seluruh badan, dan sekarang kan kita pakai masker. Kurang lebih hampir mirip. Ini yang akan kita hidupkan kembali,” imbuh Rusli.

Rusli mendorong agar kearifan lokal tersebut disosialisasikan ke masyarakat sebagai bentuk protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Selain itu, Gubernur Rusli juga menceritakan cara menangani atau menekan angka Covid-19 di Gorontalo.

“Yang pertama kita lakukan adalah mensosialisasikan kepada masyarakat bersama-sama teman-teman OPD, Forkopimda, TNI/Polri, bupati/walikota, hingga ketingkat dusun dan desa kita turunkan, semua untuk mensosialisasikan apa itu corona dan bagaimana corona ini bisa menjangkit masyarakat,”ungkap Rusli

Rusli pun menceritakan sejak ditemukannya kasus corona di dunia bahkan di Indonesia, masyarakat Gorontalo masih belum paham apa sebenarnya virus yang sedang mewabah saat ini. Ini juga dikarenakan Gorontalo menjadi provinsi terakhir di Indonesia yang memiliki kasus positif Covid-19.

“Langkah yang pertama kita ambil adalah mentracking semua yang berkaitan dengan pasien 01 ini. Kebetulan seingat saya, pasien pertama di Gorontalo adalah jemaah tabligh eks Goa yang baru datang dari Provinsi tetangga. Selanjutnya langsung kita putuskan pada malam itu, kita persiapkan segala sesuatunya, kita karantina mereka di mess haji, kita siapkan semua termasuk tenaga dokter, makanan bergizi dan obat-obatan,” cerita Rusli.

Gubernur juga menceritakan pihaknya sedang menginisiasi pembuatan hand sanitizer produksi masyarakat Gorontalo dengan bahan baku minuman keras lokal yang diklaim memiliki kadar alkohol hingga 70 persen. Rusli memberi nama hand sanitizer itu Sophie.

(RL/Read/Pemprov)

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version