READ.ID – Rangka baja eks Jembatan Rona dari Kabupaten Minahasa kini sudah berada di Monsi, Kota Kotamobagu. Namun, material jembatan itu belum langsung menjadi jembatan baru. Tahapan pemasangan masih menunggu penganggaran yang direncanakan pada 2027.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kotamobagu, Haris Momintan, mengatakan pekerjaan yang dilaksanakan tahun ini baru mencakup pembongkaran atau dismantling serta mobilisasi rangka jembatan dari Kabupaten Minahasa ke Kota Kotamobagu.
“Untuk pekerjaan dismantling dan mobilisasi sudah selesai. PHO-nya tanggal 29 September 2026,” kata Haris, Rabu 7 Oktober 2026.
Pekerjaan tersebut masuk dalam program penyelenggaraan jalan, melalui kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten/kota, dengan nama pekerjaan Relokasi Jembatan Rangka Baja Eks Jembatan Rona Cs, berupa dismantling dan mobilisasi dari Kabupaten Minahasa ke Kota Kotamobagu.
Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Alkana Bangun Persada berdasarkan kontrak tertanggal 18 Agustus 2026, dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender.
Nilai kontraknya tercatat sebesar Rp399.307.600.
Rangka jembatan dibongkar dari lokasi asalnya di Kabupaten Minahasa, kemudian dimobilisasi menuju Kota Kotamobagu. Material tersebut selanjutnya ditempatkan di kawasan Monsi sebagai bagian dari persiapan untuk tahapan pembangunan berikutnya.
Rencana menghadirkan kembali jembatan di Monsi tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat, terutama para petani yang selama ini menggunakan akses tersebut untuk menuju kawasan pertanian.

Sebelumnya, jembatan yang berada di kawasan tersebut roboh. Kondisi itu membuat akses masyarakat menuju lahan pertanian ikut terganggu.
Masyarakat petani kemudian menyuarakan kebutuhan agar akses penyeberangan di lokasi tersebut kembali tersedia.
Permintaan tersebut menjadi salah satu latar belakang rencana pembangunan kembali jembatan di Monsi. Bagi petani, keberadaan jembatan bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan akses menuju lahan dan aktivitas pertanian mereka.
Ketika jembatan tidak dapat dilalui, mobilitas menuju kawasan pertanian menjadi persoalan tersendiri. Terlebih bagi masyarakat yang harus membawa hasil pertanian maupun kebutuhan produksi keluar dan masuk ke kawasan tersebut.
Haris menjelaskan, pekerjaan yang selesai pada tahun ini belum mencakup pemasangan rangka jembatan di Monsi. “Pemasangannya rencananya akan dianggarkan tahun 2027 mendatang,” ujarnya.
Dengan demikian, relokasi yang telah selesai baru merupakan satu tahapan dari keseluruhan rencana pembangunan. Rangka jembatan sudah berpindah dari Minahasa ke Kotamobagu, tetapi belum dapat difungsikan sebelum pekerjaan pemasangan dan pembangunan penunjangnya dilakukan.
Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas PUPR selanjutnya berencana menganggarkan pekerjaan pemasangan jembatan tersebut pada tahun anggaran 2027.
Bagi masyarakat petani yang sebelumnya kehilangan akses akibat robohnya jembatan lama, tahapan berikutnya menjadi bagian penting untuk mengembalikan akses menuju kawasan pertanian di Monsi.











