READ.ID–Harapan masyarakat di kawasan perkebunan Monsi, Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, untuk kembali memiliki akses jembatan mulai mendapat titik terang.
Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini menyiapkan jembatan rangka baja yang akan dimanfaatkan sebagai pengganti jembatan yang ambruk di kawasan tersebut pada Oktober 2025.
Jembatan rangka baja yang disiapkan merupakan eks Jembatan Rona di Kabupaten Minahasa dan tercatat sebagai aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Jembatan tersebut akan dipinjam dan dimobilisasi ke Kotamobagu untuk selanjutnya dipasang di kawasan perkebunan Monsi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kotamobagu, Haris Momintan, Kamis (20/8/2026), mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan akses masyarakat ke kawasan perkebunan.
“Jembatan ini milik provinsi. Ini eks Jembatan Rona di Minahasa dan akan kita pinjam untuk dimanfaatkan di perkebunan Monsi, Kelurahan Mongondow,” ujar Haris.
Ambruknya jembatan Monsi sebelumnya membuat aktivitas warga menuju kawasan perkebunan ikut terganggu. Jalur tersebut menjadi salah satu akses masyarakat untuk beraktivitas dan mengangkut hasil perkebunan.
Untuk tahap awal, Pemkot Kotamobagu telah menyiapkan pekerjaan relokasi jembatan rangka baja tersebut.
Pekerjaan itu dituangkan dalam kontrak Nomor 01/SPK/PUPR-KK/PPK-BM/PJ01/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026, dengan nama pekerjaan Relokasi Jembatan Rangka Baja Eks. Jembatan Rona (Dismantling) dan Mobilisasi dari Kab. Minahasa ke Kota Kotamobagu.
Pekerjaan dilaksanakan CV. Alkana Bangun Persada dengan nilai kontrak Rp399.307.600 dan waktu pelaksanaan 60 hari kalender melalui Tahun Anggaran 2026.
Haris menjelaskan, anggaran yang tersedia tahun ini baru mencakup tahapan dismantling atau pembongkaran jembatan serta mobilisasi ke Kotamobagu.
“Untuk pemasangan di Monsi akan kita anggarkan tahun depan. Saat ini anggarannya masih direlokasikan untuk proses dismantling dan mobilisasi,” jelasnya.
Artinya, rangka baja tersebut akan terlebih dahulu dibongkar dan dipindahkan ke Kotamobagu. Setelah itu, proses pemasangan di lokasi perkebunan Monsi akan dilakukan setelah anggarannya tersedia pada tahun berikutnya.
Pemkot Kotamobagu berharap tahapan relokasi ini menjadi langkah awal untuk mengembalikan akses masyarakat di kawasan perkebunan Monsi yang selama hampir setahun terganggu akibat ambruknya jembatan sebelumnya.












