Lebih dari 10 Ribu Petani di Kabupaten Gorontalo Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan

READ.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pertanian melaksanakan Rapat kerjasama operasional sekaligus monitoring dan evaluasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi petani di Kabupaten Gorontalo.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk para petani. hal ini pun Salah satu upaya dalam rangka percepatan penghapusan kemiskinan ektrem, di Kabupaten Gorontalo.

Karena pada prinsipnya sejalan dengan program pemerintah daerah diwajibkan petani yang terdaftar dalam system Informasi manajemen penyuluhan pertanian wajib masuk BPJS ketenagakerjaan dan itu wajib bagi semua anggota kelompok tani yang memperoleh bantuan yang sudah terdaftar simultan.

Jumlah kelompok tani di Kabupaten Gorontalo kurang lebih 2.000 ribuan, kalau rata -rata 30 orang per kelompok tentu enam puluh ribu petani.target dinas pertanian dengan masif dilakukan tahun ini bisa separuh kelompok petani diberikan BPJS ketenagakerjaan.

Karena motto di Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo bukan saja merencanakan hidup akan tetapi merencanakan mati pun menjadi target dan itu salah satunya BPJS ketenagakerjaan petani sehingga rekrutmen anggota BPJS ketenagakerjaan untuk petani terus dipacu.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Dr. Rahmat Pomalingo, saat memberikan laporan pada kegiatan itu di Hotel Yulia Kota Gorontalo.

Sementara itu Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Provinsi Gorontalo Arif Budiman, mengatakan data terkahir per bulan juli ada 10 ribu 85 orang petani di Kabupaten Gorontalo sudah terlindungi dengan jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau 17,89 persen, itu data terakhir pada 27 juli 2023.

Lanjut Arif Budiman, Adapun jumlah Klaim baik kecelakaan kerja ataupun jaminan kematian yang sudah kami bayarkan khusus perlindungan bagi petani sudah 7 klaim yang nilainya 325 juta.

Sebelumnya, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo saat membuka kegiatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang dibangun BPJS TK provinsi Gorontalo dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Nelson mengatakan, Gorontalo khususnya di Kabupaten Gorontalo dominan pekerjanya adalah petani dan merekalah yang banyak berkontribusi membangun ekonomi daerah.selanjutnya, kata Nelson, bicara masa depan baik masa depan kesejahteraan maupun juga meninggal nanti karena ini terkait asuransi.

Ketua HKTI Provinsi Gorontalo itu mengatakan, dalam rangka meningkatkan produksi pertanian Pemerintah Kabupaten terus berupaya dengan Langkah pemberian bantuan alsintan kepada petani termasuk pendanaan bantuan kredit usaha Rakyat bagi petani melalui perbankan.

“Kita pun berpikir pasarnya jadi tak hanya bantuan alsintan, bibit dan bantuan KUR namun pasar pun dipikirkan termasuk kemaslahatan petani yakni melalui asuransi BPJS Ketenagakerjaan,” terang Nelson.

Ia pun berharap, karena semester satu sudah ada 17,89 persen diklaim maka diakhir tahun ini bisa capai 50 persen petani di Kabupaten Gorontalo terkait dalam BPJS.

“Tahun ini 50 persen, tahun depan target 100 persen. Sehingga pemerintah Kabupaten Gorontalo tak hanya memikirkan kesejahteraan petani tapi juga demi asuransinya,” tandas Nelson.

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version