Pelatih: Pohuwato Cup 2026 Jadi Ajang Pencarian Bibit Pecatur Junior Gorontalo

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID — Di balik gemuruh persaingan 183 peserta yang meramaikan , ada sebuah harapan besar yang disuarakan dari sudut arena pertandingan.

Kasmen Lahay, pelatih dari Endric — salah satu pecatur cilik yang turut berlaga di turnamen bergengsi ini — menyebut event yang digelar Percasi Kabupaten Pohuwato pada 8 hingga 10 Mei 2026 ini sebagai momentum yang sangat tepat untuk melahirkan bibit-bibit pecatur junior baru, khususnya dari Provinsi .

Menurut Kasmen, kehadiran event berskala terbuka seperti 2026 adalah kesempatan langka yang tidak boleh disia-siakan.

Ia berharap ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi semata, tetapi juga menjadi pintu awal bagi regenerasi pecatur muda yang nantinya bisa mengharumkan nama Gorontalo di pentas nasional maupun regional.

“Saya berharapnya untuk Provinsi Gorontalo banyak pemain junior, terutama di Pohuwato. Ini yang momentumnya pas ada event besar seperti ini,” ujar Kasmen di sela-sela pertandingan, Kamis (8/5/2026).

Lebih jauh, Kasmen mendorong agar peluang ini ditindaklanjuti dengan langkah konkret oleh berbagai pihak. Ia menyebut perlunya sinergi antara institusi pendidikan, organisasi olahraga provinsi, hingga pengurus cabang di tingkat kabupaten untuk bersama-sama menjaring talenta muda yang muncul dari event-event seperti ini.

“Melalui kerjasama dengan Dikbud, Pengprov, dan Pengkab Kabupaten Pohuwato bisa mencari bibit, dan nantinya bibit yang terjaring di event-event ini akan bisa diregenerasikan untuk prospek catur ke depan,” tambahnya.

Semangat itu rupanya tidak lepas dari perjalanan anak didiknya sendiri. Endric, bocah berusia 10 tahun yang ia latih, menjadi salah satu peserta termuda yang berani tampil di kategori umum dalam Pohuwato Cup 2026. Sebuah langkah yang bagi Kasmen bukan sekadar keberanian, melainkan bukti nyata bahwa pembinaan dini dapat menghasilkan pecatur kompetitif jauh sebelum usia matang.

Meski bangga, Kasmen mengaku belum merasa puas dengan pencapaian Endric saat ini. Bukan karena kurang prestasi, justru sebaliknya — potensi sang anak didik dinilai masih sangat terbuka lebar untuk terus berkembang.

“Kalau Endric, saya belum merasa puas karena dia masih usia 10 tahun, tapi Alhamdulillah sudah bisa berkompetisi di level umum dan juga sudah beberapa kali bisa menjuarai di level Gorontalo maupun Manado, di Sulut,” ungkap Kasmen dengan nada penuh harap.

Kisah Endric dan harapan seolah menjadi cerminan dari visi besar yang juga diusung oleh Percasi Kabupaten Pohuwato dalam menggelar turnamen ini.

Ketua Percasi Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli, sebelumnya telah menegaskan bahwa Pohuwato Cup 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan pesta besar milik seluruh masyarakat yang diharapkan menjadi warisan jangka panjang bagi perkembangan catur di daerah ini.

Dengan total hadiah Rp 60.000.000, sistem pertandingan Swiss System standar resmi Percasi, serta dukungan Percasi Provinsi Gorontalo, turnamen ini memang dirancang untuk tampil serius dan berkesan.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60