READ.ID – Di tengah duka yang menyelimuti warga Kecamatan Biau akibat banjir yang melanda sejumlah desa, kehadiran Karang Taruna Kabupaten Gorontalo Utara menjadi salah satu bentuk solidaritas nyata bagi masyarakat terdampak.
Tidak sekadar menunjukkan eksistensi organisasi, Karang Taruna Gorontalo Utara memilih turun langsung ke lapangan sejak hari pertama bencana terjadi. Di bawah komando Ketua Karang Taruna Gorut, Bais Kakilo, para pemuda bergerak meninjau kondisi warga, mengumpulkan donasi, hingga mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk keterpanggilan sosial atas musibah yang menimpa warga Biau.
Sejak awal bencana, Karang Taruna aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, khususnya Dinas Sosial, dalam penanganan dampak banjir. Bantuan yang dihimpun berasal dari berbagai pihak dan kemudian disalurkan langsung ke titik-titik terdampak.
Di lapangan, para anggota Karang Taruna terlihat membantu proses distribusi logistik, mendata kebutuhan warga, hingga ikut memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ketua Karang Taruna Gorontalo Utara, Bais Kakilo, menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan tersebut lahir dari rasa tanggung jawab sosial sebagai sesama masyarakat Gorontalo Utara.
“Ini bukan soal pencitraan atau menunjukkan keberadaan organisasi. Ini tentang kepedulian dan panggilan kemanusiaan. Ketika masyarakat terkena musibah, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan membantu,” ujarnya, Kamis 28/05/2026.
Menurutnya, kehadiran pemuda di tengah situasi bencana harus mampu menjadi energi tambahan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Banjir yang melanda Kecamatan Biau sendiri menyebabkan ribuan warga terdampak, merusak rumah, lahan pertanian, hingga memutus sejumlah akses warga.
Di tengah kondisi tersebut, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan dan pemulihan pasca bencana.












