READ.ID – Bayangkan cukup dengan Rp50.000, orang tua bisa lebih tenang karena tahu persis kapan anaknya sampai di sekolah, anak jadi terbiasa menabung, dan sekaligus mendapat perlindungan asuransi. Itulah yang ditawarkan Pemerintah Kota Gorontalo lewat program barunya, Kartu AIR Belajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Dr. Husin Ali, S.Pd., M.AP, menjelaskan bahwa AIR adalah singkatan dari Adaptif, Inovatif, dan Responsif, nilai yang ingin dihadirkan Pemkot Gorontalo dalam melayani masyarakat, khususnya di dunia pendidikan.
“Kartu ini bukan sekadar kartu pelajar biasa,” ujar Husin. Dengan teknologi yang terhubung ke sistem absensi sekolah, orang tua bisa langsung tahu begitu anaknya tiba di sekolah.
“Setiap kali siswa memindai kartu saat sampai di sekolah, notifikasi otomatis masuk ke ponsel orang tua. Jadi orang tua tidak perlu khawatir lagi, apalagi bertanya-tanya apakah anaknya sudah sampai atau belum,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, kartu ini juga sudah terhubung dengan layanan tabungan pelajar berkat kerja sama Pemkot Gorontalo dengan Bank BTN. Jadi, sambil sekolah, anak-anak juga diajak belajar mengatur uang sejak dini.
“Anak-anak perlu dibiasakan merencanakan masa depan, menghargai nilai uang, dan hidup hemat sejak kecil. Ini bagian dari pendidikan karakter yang sama pentingnya dengan pelajaran di kelas,” kata Husin.
Jadi kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, sudah ada jaminan untuk perawatan, rawat inap, evakuasi, hingga santunan kecelakaan.
Jadi dengan uang yang setara secangkir kopi, siswa sudah mendapat tiga manfaat sekaligus, absensi digital yang bikin orang tua tenang, kebiasaan menabung sejak dini, dan perlindungan asuransi.
Husin menegaskan, program ini sifatnya tidak wajib. “Tidak ada paksaan sama sekali. Tapi melihat manfaatnya yang begitu besar dibanding biayanya yang kecil, kami harap orang tua mau mempertimbangkan untuk mengikutsertakan anak-anaknya,” pungkasnya












