Pohuwato Cup 2026, AHS: Target kami Lahirkan Master Catur Bertaraf Nasional

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID — Di balik gemerlapnya malam pembukaan , tersimpan sebuah visi yang jauh melampaui sekadar kompetisi tiga hari. Ketua Percasi Kabupaten Pohuwato, , dengan lantang mendeklarasikan bahwa turnamen yang digelar 8 hingga 10 Mei 2026 ini adalah bagian dari peta jalan besar — mencetak master-master catur dari bumi Pohuwato yang kelak akan bergemuruh di panggung nasional bahkan internasional.

 

Dalam sambutannya pada malam pembukaan, Kamis (8/5/2026), Abdul Hamid memaparkan bahwa tema besar yang diusung 2026, yakni “Master Vice of Tactics”, bukan dipilih secara kebetulan. Tema itu mencerminkan semangat sharing knowledge — berbagi ilmu dan kemampuan — yang menjadi ruh dari seluruh penyelenggaraan event ini.

 

Dengan mengundang pecatur-pecatur terbaik dari berbagai penjuru Sulawesi dan daerah lain, Pohuwato Cup 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran nyata, bukan sekadar arena unjuk kekuatan.

 

“Kita mau sharing knowledge, kita mau sharing kemampuan. Sehingga kita undang pecatur-pecatur se-Sulawesi dalam rangka memperkuat para pecatur di bumi , khususnya di bumi Kabupaten Pohuwato,” ujar Abdul Hamid di hadapan ratusan peserta, tamu undangan, dan masyarakat yang memadati venue outdoor malam itu.

 

Ia meyakini bahwa persentuhan langsung antara pecatur lokal dengan peserta dari luar daerah yang telah memiliki jam terbang lebih tinggi akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas permainan. Proses itu, menurut Abdul Hamid, ibarat subsidi kapasitas yang tidak bisa didapat hanya dari latihan rutin.

 

“Dengan event-event seperti ini, mudah-mudahan secara langsung dapat mensubsidi kapasitas daripada teman-teman pemain catur yang ada di Provinsi Gorontalo,” tegasnya.

 

Target yang ia canangkan pun terdengar ambisius namun terukur. Abdul Hamid menyebut bahwa Percasi Pohuwato telah menetapkan sebuah agenda penting ke depan: melahirkan sebanyak-banyaknya master catur dari Kabupaten Pohuwato. Bukan master biasa, tetapi master yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di level tertinggi.

 

“Kita targetkan akan lahir banyak master di Kabupaten Pohuwato. Ini menjadi agenda penting, kita targetkan ke depan — kita akan menghadirkan benih-benih master yang akan menggaung di kancah nasional maupun di kancah internasional,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

 

Untuk mewujudkan visi besar itu, Abdul Hamid menekankan pentingnya kaderisasi sejak usia dini. Pohuwato Cup 2026, yang membuka kategori junior untuk peserta SD dan SMP, menjadi salah satu instrumen awal dalam proses rekrutmen tersebut.

 

Ia menyerukan agar pencarian bibit muda terus digencarkan, sejalan dengan harapan serupa yang sebelumnya juga disuarakan oleh para pelatih dan orang tua pecatur cilik yang turut hadir dalam turnamen ini.

 

“Kita coba rekrut, kita coba cari anak-anak berusia dini dalam rangka menumbuhkan bibit baru, dalam rangka penyiapan para generasi catur di Kabupaten Pohuwato,” papar Abdul Hamid.

 

Dengan 183 peserta yang telah terdaftar dari berbagai daerah mulai dari Banten, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Manado, Bolaang Mongondow, hingga berbagai kabupaten di Provinsi Gorontalo, Pohuwato Cup 2026 membuktikan diri sebagai magnet yang mampu menarik perhatian komunitas catur secara luas.

Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp 60.000.000 ini menggunakan sistem pertandingan Swiss System standar resmi Percasi dengan dukungan penuh Percasi Provinsi Gorontalo.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60