Sambut Idul Fitri, Pemkot Blitar Siapkan Tempat Karantina bagi Pemudik

READ.ID, BLITAR – Forkopimda dan Kota Blitar serta Satgas Penanganan Covid-19 mengikuti Rapat Koordinasi melalui Vidio Conference (Vidcom) terkait PPKM dalam rangka persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H di masa pandemi Covid -19 tahun 2021.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga hadir dalam rapat secara daring yang bertempat di Ruang Integrated System Center (ISC) Dinas Komunkasi dan Informatika (Diskominfotik), Kamis (22/04/2021) itu.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa mendekati Hari Raya Idul Fitri dengan terus meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 dan melihat mobilitas transportasi yang sangat tinggi, serta pasar pasar ramai diharpakan bupati, wali kota, dandim dan kapolres untuk bekerja keras.

“Ada beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan saat ini yaitu kepulangan para santri dari pondok dan para pemudik. Untuk pekerja migran indonesia (PMI) tahun ini ada peningkata n dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa untuk PMI tahun ini yang pulang meningkat dibanding tahun lalu, yaitu sekitar 14.000 orang.

“Mereka pulang bukan untuk mudik akan tetapi sudah habis masa kontraknya. Saya harap bupati dan wali kota yang sudah terkonfirmasi data, bahwa warganya yang akan pulang untuk saling berbagi tugas, untuk menyiapkan tempat-tempat karantina, dan PPKM mikro diperkuat,” tegasnya.

Ditemui usai acara vidcon, ketua satgas penanganan covid-19, Hakim Sisworo mengatakan bahwa Gubernur, Pangdam, Kapolda telah memberikan arahan dan akan menindak lanjuti dengan merapatkan dengan forkompimda, OPD, dan satgas penanganan Covid-19.

” Terkait larangan mudik ada beberapa mekanisme yang perlu dikoordinasikan, seperti menyiapkan posko posko, tempat karantina untuk kepulangan PMI, dan mengatur kepulangan para santri dari pondok,” ujarnya.

Mengenai adendum SE 13/2021 dari BNPB, Hakim menjelaskan bahwa mulai kamis hari ini dan H+7 selain tanggal 6-17 mei untuk pemetaan terkait public transportation dan akan dikoordinasikan dengan teman teman di kabupaten.

“Untuk menimalisir perkembangan kasus Covid-19, kita tetap terus lakukan prokes, dengan pembatasan pembatasaan kerumunan. Walaupun begitu, kita tetap memperhatikan visi ekonomi,” pungkasnya.

(Adv/Hms/Didik)

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version