Seorang Suami Pukul Isterinya dengan Pemarut Kelapa Hingga Tewas

tewas
Ilustrasi KDRT

READ.ID – Seorang suami berinisial AG memukuli isterinya dengan pemarut kelapa hingga tewas. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu terjadi di Kecamatan Seluma Timur, Kabupaten Seluma.

Isterinya berinsial TP yang tewas tersebut dipukul dengan pemarut kelapa yang terbuat dari kayu balok.

Pelaku langsung menyerahkan diri ke Polres Seluma Polda Bengkulu pada Senin (05/10/20).

Kapolres Seluma Polda Bengkulu AKBP Swittanto saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut.

Dirinya menjelaskan kronologis kejadian pembunuhan yang di diduga dilatar belakangi kasus KDRT itu terjadi pada Senin (05/10/20) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kejadian ini awalnya diketahui anak korban DE (18) yang sebelumnya berada di dalam kamarnya dan mendengar suara seperti orang melempar sesuatu.

“Seperti juga mendengar ada suara kucing di ruang tamu,” jelas Swittanto, Selasa (06/09/2020).

Berikutnya, saksi keluar kamar. Di ruang tamu rumahnya, DE melihat ibunya (korban) sudah tergeletak.

Di dekat korban terlihat adiknya yang berusia 3 tahun. Kemudian, ia juga melihat bapaknya AG (pelaku) berjalan keluar rumah.

Selanjutnya, saksi berusaha membangunkan korban, tetapi TP terus tidak sadarkan diri. Korban terlihat ada luka lebam di kepala belakang.

“Kemudian, tidak jauh juga dari korban terdapat alat pemarut kelapa yaang bukuran 6 x 12 Cm,” ujar Kapolres.

Saksi pun meminta tolong kepada tetangganya. Ibunya kemudian segera dibawa ke RSUD Tais, Seluma.

Hingga sekitar pukul 14.30 WIB, korban belum juga sadarkan diri sehingga dirujuk lagi ke RSUD M. Yunus, Bengkulu.

Akan tetapi, saat dalam perjalanan sekitar pukul 15.30 WIB, korban meninggal dunia, sehingga dibawa kembali ke rumah orang tua korban di Kecamatan Seluma Selatan.

AB (paman korban) kemudian melaporkan kasus KDRT itu ke Mapolres Seluma pada Senin (05/10/2020).

“Pada hari itu juga pelaku menyerahkan diri ke Polres,” ungkapnya.

Saat ini pelaku dan beserta barang bukti satu buah alat parutan kelapa telah diamankan oleh petugas.

“Setelah kita melakukan penyelidikan, ternyata pelaku mempunyai riwayat pernah berobat dan masih mengkonsumsi obat dari dokter spesialis kejiawaan dari Rumah Sakit Raflesia Bengkulu,” pungkasnya.

(Aden/RL/Read)

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version