Tarik Minat Warga, Peserta Vaksin Gorontalo akan dapat Beras

Vaksin Dapat Beras

READ.ID – Berbagai cara terus dilakukan pemerintah untuk menarik minat warga melakukan Vaksin COVID-19, salah satunya yaitu peserta vaksin Gorontalo akan dapat beras.

Langkah vaksin dapat beras tersebut, menurut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bisa menjadi solusi untuk merangsang masyarakat agar mau divaksin.

“Saya sarankan masyarakat yang divaksin langsung dapat beras usai divaksin,” Kata Rusli Habibie.

Menurutnya apa yang dilakukan Polda Gorontalo di Lapangan Taruna Kota Gorontalo sangat bagus, memberikan rangsangan berupa bantuan beras 5 Kg bagi yang sudah divaksin.

Apalagi saat ini pemerintah terus berupaya menyeimbangkan cakupan vaksinasi I dan II.

Gubernur Gorontalo juga menginstruksikan seluruh bupati/walikota untuk segera mengambil Cadangan Beras Pemerintah (CPB) yang ada di Perum Bulog Gorontalo, untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak covid-19 di Provinsi Gorontalo.

Sebelum instruksi ini dikeluarkan, Gubernur Gorontalo memastikan apakah beras pemerintah bisa digunakan untuk pandemi covid-19 kepada Kepala Bulog Sub Divre Gorontalo Munafri Syamsudin.

“Setahu saya bahwa ada beras cadangan nasional diperuntukan untuk Provinsi Gorontalo sekitar 200 ton dan kabupaten/kota masing-masing 100 ton, yang akan kita ambil ketika terjadi bencana. Nah Pandemi Covid-19 ini kan termasuk bencana non alam pak, apakah bisa?,” tanya Rusli kepada Kepala Bulog, saat memimpin rapat bersama Forkopimda Gorontalo secara virtual, Senin (13/9/2021) di Aula Rudis Gubernur.

Menanggapi pertanyaan Gubernur, Kepala Bulog Gorontalo Munafir Syamsudin menyampaikan sejak adanya pandemi covid-19 pemerintah pusat sudah menyediakan jatah per masing-masing kabupaten/kota.

Untuk Provinsi Gorontalo sendiri sampai saat ini yang ada di tiga gudang Bulog di Gorontalo berjumlah 1.125 ton.

Dimana, sebagian besar adalah beras medium yang memang diperuntukan untuk bantuan sosial cadangan beras pemerintah, baik untuk covid-19 maupun bencana alam lain.

“Bisa pak gubernur jatah ini memang sudah dibagi. Khusus untuk provinsi ada stoknya 200 ton, untuk kabupaten kota masing-masing 100 ton dan itu berlangsung setiap tahun. Jadi intinya bahwa setiap tahunnya ada jatah cadangan pemerintah yang disimpan oleh Bulog . Contohnya berapa waktu lalu bupati Bone Bolango sudah mengambil jatahnya kurang lebih 14 ton, silahkan jika ada yang mau kabupaten kota lainnya,” ungkap Munafir.

Munafir menambahkan prosedur penyaluran beras milik pemerintah ini sangat mudah. Hanya membuat surat permohonan permintaan cadangan beras pemerintah dengan jumlah berapa yang di tandatangani oleh bupati/walikota, kemudian ditambahkan rincian masyarakat terdampak covid-19, selanjutnya diserahkan kepada Bulog.

Dalam kesempatan itu Gubernur juga meminta agar Bupati/Wali Kota untuk menaati prosedur yang ada sehingga tidak ada kesalahan hukum,

Ia juga meminta Kejaksaan Tinggi dan Polda Gorontalo untuk mengawal hal ini, agar sasaran dan jumlah itu jelas dan pasti. (Rls/Rully).