Gubernur Gusnar: UEA Buka Peluang Investasi Solar Cell, Hilirisasi Kelapa di Gorontalo

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo membuka peluang kerja sama investasi dengan Uni Emirat Arab (UEA), khususnya di sektor energi dan hilirisasi komoditas kelapa.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan peluang tersebut dibahas dalam Forum Dialog Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia.

Menurut Gusnar, terdapat sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan UEA. Dua di antaranya yakni pemanfaatan energi surya melalui solar cell dan pengembangan hilirisasi kelapa.

“Jadi kita berbicara menyangkut peluang-peluang investasi yang bisa kita kerjasamakan dengan Uni Emirat Arab,” kata Gusnar usai mengikuti forum dialog tersebut.

Untuk sektor energi, Gusnar menyebut terdapat peluang pemanfaatan air waduk atau bendungan sebagai bagian dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.

Sementara di sektor perkebunan, kerja sama diarahkan pada hilirisasi kelapa, sehingga komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Selain dua sektor tersebut, Pemprov Gorontalo juga membuka peluang dukungan UEA terhadap pembangunan Gorontalo Islamic Center. Gusnar mengatakan pihak UEA menunggu proposal dari Gorontalo Islamic Center untuk selanjutnya dijembatani kepada investor maupun donatur yang memiliki ketertarikan terhadap proyek tersebut.

Gusnar menegaskan kerja sama yang dibahas bersama UEA merupakan bagian dari peluang investasi strategis yang diharapkan memberikan dampak bagi Gorontalo dalam jangka panjang.

“Dampaknya belum sekarang. Tapi dampaknya beberapa tahun ke depan dan jangka panjang. Karena ini menyangkut proyek yang strategis,” ujarnya.

Ia menyadari proyek-proyek tersebut membutuhkan anggaran besar dan proses yang tidak singkat. Karena itu, pertemuan dengan pihak UEA saat ini disebut sebagai langkah awal untuk membuka akses dan mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum masuk ke tahap realisasi.

“Tidak lantas kita bertemu sekarang kemudian besok ada hasilnya. Tapi kita ibaratnya sudah terbuka pintu untuk kita mengolah ini, mempersiapkan ini,” kata Gusnar.

Menurutnya, apabila proses persiapan berjalan sesuai rencana, dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan sudah dapat terlihat bentuk konkret dari peluang kerja sama investasi tersebut.

“Paling dua, tiga tahun ke depan, paling tidak sudah ada bentuknya yang bisa kita lihat,” pungkasnya.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60