TanggalApril 11, 2021

Wakil Ketua MPR RI Ingatkan Bahaya Desintegrasi Bangsa Masih Ancam Indonesia

READ.ID– Keberagaman yang dimiliki Indonesia jauh lebih besar dari pada Uni Soviet, apalagi sejarah berdirinya Indonesia berasal dari negara yang sudah ada sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lahir.

Karena itu, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Lestari Moerdijat dalam Sosisalisasi Empat Pilar MPR dihadapan Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ciputat di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (8/2) mengatakan, apa yang menimpa Uni Soviet, bukan tidak mungkin terjadi di Indonesia.

Kini, fenomena negara-negara kecil, seperti sebelum Indonesia merdeka kembali hadir di tanah air. Ada yang serius, sampai menggunakan senjata. Ada juga yang terlihat seperti lucu-lucuan, termasuk menyertakan atribut kuda.

“Semua ini menjadi fenomena sekaligus peringatan yang harus dipahami bahwa NKRI belum sepenuhnya menjadi kesepakatan bersama,” lanjutnya.

Padahal apa yang kita terima adalah anugrah. Ini bukan slogan, tetapi tekad mendirikan NKRI adalah sumpah. Ini yang terus dihadapi generasi muda, baik zaman sekarang maupun masa depan,” kata perempuan kelahiran Surabaya, 30 Nopember 1967 tersebut.

Guna mengeliminir potensi perpecahan itu, dia mengajak generasi muda untuk memahami dan menjiwai Empat Pilar MPR RI serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting karena Generasi muda akan selalu menghadapi perubahan yang sangat cepat, bukan hanya teknologi dan indormasi. Tetapi juga menyangkut budaya dan nilai-nilai.

“Perubahan yang cepat disertai keterbukaan dan diikuti masuknya nilai-nilai asing bisa berakibat terpinggirnya Pancasila. Inilah tantangan yang akan terus dihadapi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan,” demikian Lestari Moerdijat.

( Akhir Rasyid Tanjung/read.id)

Share