BI Gorontalo Sarankan Pengalihan Wisman dengan Wisatawan Lokal

READ.ID– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo menyarankan kepada pemerintah, untuk mengalihkan sumber pendapatan pariwisata dari Wisatawan Mancanegara (Wisman) dengan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal (domestik).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Asesment BI Perwakilan Gorontalo Akmaludin S yang menjadi keynote speaker, terkait dampak virus corona atau covid-19 terhadap perekonomian di Provinsi Gorontalo. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Lakpesdam PCNU Kota Gorontalo di aula Kantor Walikota Gorontalo, Selasa (25/2).

Ia memaparkan tentang pertumbuhan ekonomi secara nasional. Dari pemaparannya, ia menyebutkan ada penurunan perekonomian selama tahun 2019. Secara nasional dampak ekonomi dari virus corona ini berdasarkan asesment kantor pusat BI, berdampak pada penurunan perekonomian sekitar 0,135 persen, dampaknya dibeberapa sektor diantaranya yaitu  konsumsi, ekspor, dan impor.

Lanjutnya, untuk wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku, dan Papua), hubungan ekspor non migas dengan cina berpengaruh yaitu 44 persen, kunjungan wisman 55 persen dan investasi sekitar 40 persen, terutama di Sulawesi Utara yakni di Kota Manado yang merupakan pintu masuk yang paling banyak dari wisatawan asing.

“Diperlukan waktu sekitar 1 tahun untuk menyelesaikan persoalan perekonomian, sementara recovery (pemulihan) membutuhkan waktu 6 bulan untuk mencapai normal,” ujarnya.

Akmaludin mengatakan, dampak dari virus corona atau covid-19 paling besar pada sektor pariwisata, terutama wisatawan asing, karena yang terbanyak mengunjungi Sulawesi Utara dan menuju ke Gorontalo yakni wisman asal China dan Malaysia.

“Maka perlu strategi untuk peningkatan pariwisata ini, dimana dampak penurunan perekonomian dari sektor pariwisata bisa dilakukan kreativitas seperti, pengalihan sumber perekonomian dari wisata asing ke wisatawan domestik, maka hal itu perlu diperhatikan oleh pemerintah,” ujar Akmaludin.

Diakhir, ia mengatakan secara spesifik BI Gorontalo belum bisa melakukan asesment secara regional. Sebab, dari sisi investasi di wilayah Gorontalo masih minim.

Sementara dari segi ekspor dan impor nilainya belum besar, serta dari sisi port of entry (pintu masuk) masih sulit untuk dipisahkan antara wisman asal eropa ataupun asal asia, karena saat ini data yang ada masih dominan di Sulawesi Utara yakni Kota Manado. (Fadil/RL/Read)