David Buhi
READ.ID Kondisi kedaruratan yang terjadi terkait kebutuhan dan ketersediaan air hendaknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan yang harus diselesaikan untuk hari ini, tetapi menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara untuk merancang kebijakan jangka panjang mengenai pembangunan waduk atau bendungan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Bagi Gorontalo Utara, pembangunan waduk bukan semata-mata proyek infrastruktur penyedia air. Jika direncanakan secara komprehensif, waduk dapat menjadi infrastruktur strategis daerah yang memiliki manfaat multidimensi.
Setidaknya terdapat beberapa kebutuhan yang dapat ditopang melalui pembangunan waduk, antara lain:
- Kebutuhan pertanian Menjamin ketersediaan air irigasi sehingga produktivitas pertanian dapat lebih terjaga dan ketergantungan terhadap musim hujan dapat dikurangi.
- Kebutuhan rumah tangga Menjadi salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menghadapi pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman.
- Kebutuhan dunia usaha Ketersediaan air yang lebih terjamin dapat menunjang berbagai kegiatan ekonomi seperti kos-kosan, usaha air isi ulang, toko, rumah makan, penginapan, hotel, serta usaha lainnya yang membutuhkan pasokan air.
- Mendukung program Pemerintah Daerah dan program nasional Infrastruktur air dapat diposisikan sebagai bagian dari dukungan terhadap berbagai program pembangunan daerah, termasuk G210, G-30PB, serta program hilirisasi yang mendapatkan dukungan melalui APBN, sepanjang sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
- Potensi energi listrik Apabila hasil kajian teknis, debit air, topografi dan aspek keekonomian memungkinkan, waduk juga dapat dikembangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau bentuk pembangkit tenaga air lainnya, terutama untuk mendukung kawasan permukiman dan kegiatan ekonomi di sekitar waduk.
- Perikanan dan pariwisata Waduk berpotensi dimanfaatkan untuk budidaya ikan serta kegiatan rekreasi seperti kolam renang, wisata air dan kegiatan ekonomi masyarakat lainnya, dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan keselamatan.
- Kebutuhan lainnya Termasuk kebutuhan industri, fasilitas pelayanan publik, peternakan, serta kegiatan ekonomi masyarakat yang membutuhkan ketersediaan air secara berkelanjutan.
Waduk sebagai Investasi Jangka Panjang Daerah
Yang perlu dipikirkan bukan hanya berapa besar biaya pembangunan waduk, tetapi berapa besar manfaat ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan selama puluhan tahun.
Apabila pengelolaannya dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan, pemanfaatan sumber daya air tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai aktivitas pemanfaatan yang memang diperbolehkan secara hukum.
Namun, potensi PAD tersebut harus ditempatkan sebagai dampak lanjutan dari pelayanan publik dan pengelolaan sumber daya air yang baik, bukan semata-mata tujuan pembangunan waduk.
Empat Kecamatan sebagai Kawasan Manfaat
Secara perencanaan awal, pembangunan waduk diharapkan sekurang-kurangnya mampu mengairi, menjangkau kebutuhan pasokan air, dan menunjang kegiatan ekonomi masyarakat di empat wilayah, yaitu:
- Kecamatan Kwandang
- Kecamatan Tomilito
- Kecamatan Ponelo Kepulauan; dan
- Kecamatan Anggrek.
Tentu saja, apakah satu waduk dapat melayani empat kecamatan tersebut harus dibuktikan melalui studi kelayakan, kajian hidrologi, topografi, geologi, kebutuhan air, neraca air, AMDAL/ketentuan lingkungan, analisis sosial, serta kajian pembiayaan.
Saatnya Berpikir 20–50 Tahun ke Depan
Kedaruratan air yang terjadi hari ini seharusnya menjadi bahan evaluasi sekaligus momentum untuk membangun sistem penyediaan air yang lebih kuat di masa depan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dapat mulai menyusun masterplan ketahanan air daerah, yang di dalamnya mengkaji kemungkinan pembangunan waduk/bendungan, lokasi potensial,
kapasitas tampungan, daerah layanan, kebutuhan investasi, sumber pembiayaan, serta model pengelolaannya.
Gorontalo Utara tidak boleh hanya berpikir bagaimana mendapatkan air untuk hari ini. Kita juga harus mulai memikirkan dari mana air untuk pertanian, rumah tangga, usaha, industri, energi dan kebutuhan masyarakat akan diperoleh 20 sampai 50 tahun yang akan datang.
Waduk bukan sekadar bangunan penampung air. Jika direncanakan dengan benar, ia dapat menjadi fondasi ketahanan pangan, ketahanan air, pengembangan ekonomi, energi, pariwisata, sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan Gorontalo Utara.











