Gugus Tugas: Jumlah Pasien Covid-19 di Gorontalo Terus Berkurang

Covid-19 Gorontalo Berkurang
Covid-19 Gorontalo Berkurang

READ.ID – Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19, dr Triyanto Bialangi menyebut jumlah pasien positif virus Corona di Gorontalo terus berkurang.

Berdasarkan data dari gugus tugas hingga Selasa 30 Juni 2020, pasien yang masih dirawat di rumah sakit tersisa 29 orang, yakni masing-masing di Kota Gorontalo 9 orang, Kabupaten Gorontalo 12 orang, Kabupaten Pohuwato 4 orang, Kabupaten Bone Bolango 4 orang.

“Hari ini kami kembali menerima spesimen hasil swab, dimana ada 13 pasien dinyatakan sembuh. Alhamdulillah pasien Covid-19 terus berkurang di Gorontalo, sehingga yang masih menjalani perawatan 29 orang. Sementara untuk total positif berjumlah sebanyak 249 orang, sembuh 210 orang meninggal 10 orang,” jelas dr Triyanto.

Triyanto kembali mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker, menjaga pola hidup sehat dan menjaga jarak.

Sebelumnya, Dokter spesialis paru Gorontalo dr. Zukri Antuke mengungkapkan, pasien-pasien yang sudah dinyatakan sembuh dirawat sesuai protokol kesehatan yakni dengan cara memberikan nutrisi, gizi serta obat penyerta lainnya.

Perawatan pasien di rumah sakit Aloei Saboe, kata dr. Zukri, diberikan obat anti virus bernama Oseltamivir yang biasa digunakan untuk pengobatan Sars sesuai intruksi dari Kementerian Kesehatan. Sementara untuk rumah sakit besar lainnya menggunakan obat sesuai pedoman yang mereka dapatkan di Perpustakaan mereka.

“SARS sebelumnya dikenal dengan Flu Burung. Namun secara global di Indonesia sendiri, penggunaan obat Covid-19 bermacam-macam. Seperti di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso menggunakan obat avigan, di RS Soetomo menggunakan obat HIV,” ungkap dr. Zukri.

Selain itu, untuk pasien dengan komorbid atau penyakit bawaan lainnya menggunakan antibiotik. Sebab di Gorontalo hampir 80 persen pasiennya adalah orang tanpa gejala. Sementara ada 20 persen lainnya dengan penyakit bawaan atau penyerta. Pasien dengan penyakit bawaan inilah yang kemudian di rawat instensif di Rumah Sakit dan diberi penanganan serius.

“Selan diberikan nutrisi, obat Oseltamivir dan antibiotik, pasien juga diberi terapi Suportif. Suportif ini adalah untuk menguatkan daya tahan mental pasien. Sementara untuk pasien tanpa gejala biasanya cepat ditangani karena imunitas pasien baik dan virusnya bisa mati sendiri,” pungkas dr. Zukri.

(Wahyono/RL/Read)

 

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version