READ.ID – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Gorontalo diminta untuk merumuskan program peningkatan kesejahteraan anggota. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Gusnar Ismail saat membuka Rapat Kerja Korpri di Hotel Grand Q, Selasa (5/5/2026).
Gubernur Gusnar menilai tantangan Korpri saat ini harus sudah lepas dari bayang-bayang pemerintah seperti di masa Orde Baru. Korpri sekarang harus mandiri, independen dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Melihat sejarah korpri lebih banyak bicara politik, setelah reformasi kita bicara independensi sehingga masalah kesejahteraan hampir tidak tersentuh,” kata Gusnar yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.
Sebagai organisasi yang dulu berada di bayang-bayang pemerintah, Gubernur Gusnar menyebut kemandirian Korpri tidak nampak. Berunjung pada kesejahteraan yang minim.
Oleh sebab itu, kehadiran pimpinan perbankan seperti Bank Sulutgo, Bank Syariah Indonesia serta lembaga lain seperti PT Taspen dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi penting sebagai mitra Korpri. Raker diharapkan bisa melahirkan kolaborasi yang baik untuk kesejahteraan aparatur.
“Variabel ekonomi ada di sini, tinggal kita harus berfikir apa yang harus kita lakukan. Gunakanlah perbankan untuk mengkreasikan sebuah usaha yang berkelanjutan. Itu dibangun tidak nanti dekat dekat pensiun, mulailah dari sekarang,” Pintanya.
Hal lain yang menjadi arahan gubernur menyangkut kekompakan dan jiwa korsa anggota Korpri. Ia membandingkan dengan organisasi TNI/Polri yang lebih solid dan kompak saat masih berdinas atau sudah pensiun.
“Di TNI itu kalau ada hajatan jiwa korsanya kuat sekali. Ada angkatan yang meninggal dunia misalnya, itu panitianya angkatan itu semua. Mau jendral mau kolonel tidak peduli.l,” Bebernya.
Pelaksanaan Raker Korpri berlangsung selama satu hari. Ada 125 orang pengurus yang diundang termasuk para Pejabat Pimpinan Tnggi Pratama dan pengurus unit di OPD masing-masing.












