Pelayanan RSUD ZUS Kembali Disorot, Tokoh Pemuda Minta DPRD Turun Tangan

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Kasus yang dialami pasien FN terkait pelayanan di RSUD Zainal Umar Sidiki serta perbedaan hasil pemeriksaan dengan Puskesmas Kwandang mendapat perhatian berbagai pihak. Kali ini, sorotan datang dari tokoh pemuda Gorontalo Utara, Gusti Pratama Senduk, yang meminta DPRD Gorontalo Utara turut mengambil sikap terhadap persoalan tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus pasien FN yang sebelumnya dinyatakan masih dapat menjalani rawat jalan oleh pihak rumah sakit, namun kemudian menjalani rawat inap setelah mendapatkan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Kwandang.

Menurut Gusti, perbedaan hasil pemeriksaan tersebut perlu menjadi bahan bagi pihak terkait guna memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan sesuai standar yang berlaku.

“Saya meminta DPRD Gorontalo Utara, khususnya Komisi III sebagai mitra Dinas Kesehatan dan RSUD ZUS, untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Harus ada evaluasi menyeluruh agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus membaik,” ujarnya.

Ia menilai setiap laporan maupun keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan perlu ditindaklanjuti secara terbuka dan objektif agar diketahui secara jelas akar persoalan yang sebenarnya.

Gusti mengaku memiliki perhatian khusus terhadap persoalan pelayanan kesehatan karena pernah mengalami langsung kendala saat mendampingi orang tuanya yang dirujuk dari RSUD Zainal Umar Sidiki ke salah satu rumah sakit di Kota Gorontalo.

Menurutnya, ambulans yang digunakan untuk mengantar pasien saat itu mengalami kerusakan di tengah perjalanan sehingga proses rujukan sempat terkendala.

“Saya pernah mengalami sendiri ketika mendampingi orang tua yang dirujuk dari RSUD ZUS ke rumah sakit di Kota Gorontalo. Saat di perjalanan, ambulans yang digunakan justru mogok di tengah jalan. Tentu hal seperti ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan pasien,” kata Gusti.

Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan, termasuk kesiapan sarana dan prasarana pendukung, perlu dievaluasi secara berkala.

Menurutnya, kasus yang dialami pasien FN dan pengalaman yang pernah dialaminya menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman.

“Yang paling penting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat terus diperbaiki. Jika memang ada kekurangan, harus menjadi bahan evaluasi. Jika tidak ada pelanggaran, maka hal itu juga perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak RSUD Zainal Umar Sidiki menyatakan akan melakukan pendalaman terkait kasus yang dialami pasien FN dengan meminta keterangan dari petugas yang bertugas serta keluarga pasien. Rumah sakit juga menyatakan akan memberikan sanksi sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya kelalaian dalam pelayanan yang diberikan.

Gusti berharap proses pendalaman tersebut dapat dilakukan secara transparan sehingga memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus menjadi momentum perbaikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Gorontalo Utara.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60