READ.ID – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, ST., MM, menerima kunjungan Tim Penilai Kantor dalam rangka penilaian kebersihan dan kenyamanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (13/8/2026).
Tim penilai yang datang ke Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo tersebut merupakan Staf Khusus Gubernur Gorontalo yang dipimpin Ishak Thoma selaku Ketua Tim Penilai. Turut dalam tim tersebut, Triyanto Bialangi dan Ramlah Habibie.
Sagita mengatakan, penilaian tersebut merupakan bagian dari kegiatan tahunan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Hari ini adalah penilaian kantor oleh tim penilai yang sudah dibentuk oleh Pak Sekda. Kita dimintakan seluruh OPD untuk memberikan suasana yang lebih baik dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ujar Sagita.
Menurutnya, persiapan penilaian dilakukan bersama seluruh personel di lingkungan Dinas Perhubungan. Setiap bidang turut mengatur dan menata ruangan masing-masing agar kebersihan dan kenyamanan kantor dapat dirasakan langsung oleh para pegawai.
“Ini adalah kegiatan tahunan yang kita laksanakan. Alhamdulillah saya dibantu oleh seluruh personel yang ada di bidang-bidang untuk mengatur seluruh ruangan agar memang kenyamanannya mereka sendiri yang akan merasakan,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi perhatian tim penilai, mulai dari kebersihan ruangan, toilet, ruang kerja hingga fasilitas pendukung bagi pegawai.
Sagita menyebut Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo telah menyediakan sejumlah fasilitas, termasuk ruang laktasi dan ruang bermain anak.
“Yang dinilai terkait dengan kebersihan. Alhamdulillah, seluruh kebersihan, khususnya toilet dan ruang-ruang kerja, semuanya bersih. Mereka juga menilai apakah ada ruang laktasi, ruang bermain anak, dan alhamdulillah kita juga tersedia,” jelasnya.
Selain kebersihan, kenyamanan ruangan kerja juga menjadi salah satu indikator penilaian.
Sagita menegaskan, kegiatan tersebut pada dasarnya bukan hanya tentang mengejar predikat juara. Menurutnya, penilaian ini menjadi momentum untuk mendorong setiap OPD menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan nyaman bagi pegawai.
“Sebenarnya bukan untuk kejuaraan, tapi menilai kebersihan kantor, kemudian kenyamanan untuk kita sendiri. Kalau memang dilombakan juga, karena ada pengumuman juara satu, dua, dan tiga, mungkin kriterianya berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menambahkan, penilaian juga mempertimbangkan karakteristik dan luasan masing-masing kantor. Sebab, kondisi setiap OPD berbeda, baik dari sisi luas bangunan maupun fasilitas yang tersedia.
“Ada kantor yang kecil, yang luasannya tidak terlalu besar, kemudian ada kantor yang sudah megah duluan seperti Inspektorat. Jadi memang kelas dan luasannya juga dilihat. Ada kriteria seperti itu,” pungkasnya.












