IMM Pohuwato Kecewa Kepada DPRD Terkait Isu Alfa-Indo

READ.ID – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pohuwato, kecewa terhadap jawaban anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait penolakan atas isu masuknya perusahaan retail berskala nasional Alfamart dan Indomart (Alfa-Indo) di Bumi Panua.

Hal itu, diungkapkan Ketua Cabang IMM, Muhamad Azhar Badiu sekaligus Kordinator Lapangan (Korlap) dalam aksi yang berlangsung di gedung DPRD Pohuwato, Senin (19/7/2021).

Diketahui, dalam aksi tersebut IMM Pohuwato menolak dengan tegas adanya retail Alfa-Indo masuk ke bumi panua, serta meminta kepada pihak DPRD untuk sama-sama menolak adanya retail tersebut.

Azhar mengatakan, pihaknya mengaku kecewa dengan jawaban salah satu anggota DPRD yang mengatakan jika nanti benar Alfa/Indo masuk di Pohuwato mereka akan mengkaji dan memaparkan hal lain, bahwa retail tersebut dapat menguntungkan untuk daerah.

“Kami mengharapkan untuk sama-sama menolak Alfa/Indo kalau pun nantinya masuk di Pohuwato, tapi yang kami dapatkan hanya jawaban bahwa mereka akan mengkaji dan mereka memaparkan hal yang lain bahwa kehadiran alfa/indo justru menguntungkan versi kajiannya bapak tersebut,” tuturnya.

Dirinya pun menjelaskan, aksi yang dilakukan mereka saat ini, merupakan antisipasi kekecewaan masyarakat, khususnya pelaku UMKM karna dapat mengganggu perputaran ekonomi. Sehingganya pihaknya meminta DPRD untuk dapat sama-menolak hal tersebut.

Azhar menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan survey dan turun langsung, di mana sebagian besar masyarakat pelaku UMKM menolak dengan tegas adanya Alfa-Indo di Kabupaten Pohuwato.

“Contohnya, sebagian besar masyarakat pemilik kios yg telah kami survei dengan tegas menolak, hal ini yang kami takutkan selama ini bahwa ada alasan telah dikaji, namun entah pengkajian dari mana dan justru tidak sesuai dengan yang sebenarnya masyarakat rasakan,” ungkapnya.

Di samping itu, Azhar pun menyayangkan pernyataan bahwa aksi demonstrasi tidak ada gunanya,  hal itu justru membuat mereka selaku mahasiswa kecewa karena ternyata masih ada pihak yang berpikir seperti itu.

“Justru aksi-aksi demontrasi lah yang banyak membuat perubahan di negeri ini,” tandasnya.

(JK/Read)

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version