READ.ID – Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) menjadi panggung kebesaran hati seorang Ririanty A. Mbuinga. Setelah mendedikasikan dirinya memimpin IBI Gorut, Ririanty secara resmi didemisionerkan pada sore hari penutupan acara, menyerahkan estafet kepemimpinan dengan penuh kebanggaan dan harapan baru.
Keputusannya untuk tidak lagi mencalonkan diri bukanlah tanda surutnya semangat, melainkan sebuah langkah sadar demi memastikan berjalannya regenerasi yang sehat di tubuh organisasi profesi tersebut. Dalam pidato purnatugasnya, Ririanty menegaskan bahwa komitmen dan cintanya terhadap profesi bidan tidak akan pernah luntur hanya karena berakhirnya sebuah jabatan.
“Sekalipun saya tidak mencalonkan lagi, hati saya tetap bersama bidan. Saya hanya bisa mendoakan agar IBI Gorut ke depannya bisa semakin solid,” tegas Ririanty di hadapan ratusan rekan sejawatnya.
Perhelatan Muscab ini juga menjadi momen bagi Ririanty untuk mengapresiasi dedikasi luar biasa dari para anggotanya. Ia merasa bangga dan bersyukur melihat antusiasme para pahlawan kesehatan ibu dan anak yang rela bertahan dari awal hingga acara selesai di sore hari. Solidaritas ini sangat terasa dengan hadirnya perwakilan bidan dari berbagai ujung wilayah, mulai dari Limbato hingga Atinggola.
Sebagai bentuk estetik dari transisi kepemimpinan yang harmonis, Ririanty menutup masa baktinya dengan memberikan dukungan penuh dan doa yang tulus kepada Maya Octaviany Rahmola selaku Ketua IBI Gorut terpilih periode 2023-2028.
Ia menaruh harapan besar agar nahkoda dan kepengurusan yang baru senantiasa diberikan kekuatan untuk membawa IBI Gorut melangkah lebih maju. Baginya, kesuksesan seorang pemimpin baru adalah kunci utama untuk mewujudkan kesejahteraan yang hakiki bagi seluruh bidan di Gorontalo Utara.








