Lobi yang Menjadi Hobi, Yahya Husain dan Cara Berjuangnya untuk Masyarakat

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Bagi sebagian orang, lobi mungkin identik dengan politik, kepentingan bisnis atau aktivitas formal yang membutuhkan kemampuan negosiasi. Namun bagi , lobi justru berkembang menjadi sebuah kebiasaan yang ia gunakan untuk membangun komunikasi, memperluas jaringan dan mendorong kepentingan masyarakat.

Pemuda yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan tersebut mulai mengasah kemampuan komunikasi dan negosiasinya ketika aktif berorganisasi di bangku kuliah. Yahya kemudian dipercaya memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo).

Pengalaman berorganisasi membuat Yahya terbiasa berhadapan dengan berbagai karakter dan kepentingan. Mulai dari mencari dukungan untuk kegiatan mahasiswa, membangun komunikasi dengan pihak kampus hingga menjalin hubungan dengan berbagai pihak di luar kampus.

“Awalnya cuma coba-coba karena disuruh mencalonkan diri sebagai Presiden BEM. Lama-kelamaan, saya merasa ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menyatukan dua pemikiran yang awalnya berbeda menjadi sebuah kesepakatan,” ujar Yahya.

Menurut Yahya, lobi bukan sekadar bagaimana seseorang meyakinkan orang lain. Lebih dari itu, lobi merupakan kemampuan untuk memahami kebutuhan, membangun komunikasi dan mencari titik temu dari kepentingan yang berbeda.

Kemampuan tersebut kemudian terus ia bawa dalam aktivitasnya setelah tidak lagi berada di lingkungan kampus. Saat ini, Yahya mendapat amanah dalam tim kerja Bupati Gorontalo Utara.

Dalam sejumlah kesempatan, ia juga disebut turut mengawal aspirasi masyarakat untuk mendapatkan dukungan melalui program pemerintah. Salah satunya adalah bantuan ternak kambing yang diterima Kelompok Cahaya Ternak di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang.

Bantuan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo Utara tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, pada Senin 31/08/2026.

Kelompok Cahaya Ternak yang beranggotakan lima orang tersebut masing-masing menerima dua ekor kambing, atau total 10 ekor ternak.

Bagi sejumlah warga, bantuan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana aspirasi masyarakat dapat dikawal hingga mendapat respons pemerintah.

Tahir Miraz, salah seorang penerima bantuan, menilai Yahya merupakan sosok pemuda yang aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kami bangga dengan pemuda satu ini. Walaupun beliau pendatang di desa kami, beliau banyak mendatangkan bantuan untuk masyarakat. Salah satu yang diperjuangkannya adalah bantuan kambing yang telah kami terima. Sebelumnya juga ada bantuan sapi, UMKM, hands prayer dan masih banyak lagi,” ujar Tahir.

Menurut Tahir, aktivitas Yahya tersebut membuat sejumlah tokoh masyarakat mulai memberikan dukungan agar dirinya maju dalam Pemilihan Kepala Desa Ombulodata.

Namun ketika ditanya mengenai kemungkinan pencalonannya sebagai kepala desa, Yahya memilih tidak memberikan jawaban secara terbuka. Ia justru menekankan bahwa dirinya saat ini masih ingin fokus pada pengabdian kepada masyarakat.

“Pencalonan kepala desa serentak masih lumayan jauh. Saat ini saya fokus pengabdian dulu, karena percuma saya mencalonkan diri, namun belum ada yang saya buat untuk rakyat, “tegasnya

Bagi Yahya, pengalaman melobi bukan semata-mata tentang mendapatkan sesuatu, tetapi bagaimana membangun komunikasi dan membuka ruang agar kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60