READ.ID – Persoalan pendangkalan di dermaga Pelabuhan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, menjadi salah satu pembahasan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo bersama DPRD Kabupaten Boalemo.
Pembahasan tersebut berlangsung saat pimpinan dan Komisi III DPRD Kabupaten Boalemo melakukan kunjungan kerja sekaligus konsultasi dan koordinasi dengan Dishub Gorontalo, Selasa (6/10/2026).
Pendangkalan di Pelabuhan Tilamuta diketahui berkaitan dengan sedimentasi yang terbawa dari muara sungai. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran maupun bongkar muat apabila tidak ditangani.
Untuk merespons persoalan itu, Dishub Gorontalo bersama Pemkab Boalemo dan DPRD Boalemo akan melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Koordinasi tersebut akan membahas penanganan sedimentasi secara menyeluruh, termasuk pada bagian hulu sungai yang menjadi sumber material endapan menuju kawasan pelabuhan.
Penanganan dari bagian hulu diperlukan untuk mengurangi material yang terbawa ke muara dan kemudian menumpuk di sekitar dermaga Pelabuhan Tilamuta.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, mengatakan persoalan pendangkalan tidak bisa hanya ditangani di kawasan pelabuhan, tetapi perlu melihat sumber sedimentasi dari bagian hulu.
“Sinergi antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan DPRD sangat diperlukan agar Pelabuhan Tilamuta dapat berfungsi maksimal, pendangkalan segera teratasi,” ujar Sagita.
Selain persoalan pendangkalan, pertemuan tersebut juga membahas penguatan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tilamuta. Pemerintah daerah bersama DPRD akan mendorong para pengusaha agar lebih banyak memanfaatkan pelabuhan tersebut untuk distribusi barang.
Dengan optimalisasi aktivitas bongkar muat dan penanganan sedimentasi, Pelabuhan Tilamuta diharapkan dapat menjalankan fungsinya secara lebih maksimal dalam mendukung distribusi barang dan jasa di Kabupaten Boalemo.
Selanjutnya, hasil pembahasan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis dengan BWS dan instansi terkait.











