Biar Modal Asing Tak “Gampang Keluar”, Kemenkeu Bentuk Kawasan Khusus PFII

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Kementerian Keuangan menegaskan pembentukan (PFII) untuk menarik investasi asing jangka panjang, sehingga tidak mudah keluar.

“(PFII) biar PMA (Penanaman Modal Asing) itu masuk jangka panjang, nggak gampang masuk gampang keluar, gitu,” ujar Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Herman Saheruddin ketika dijumpai setelah menghadiri Rapat Kerja antara Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Herman menjelaskan bahwa investasi asing biasanya masuk ke Indonesia melalui pasar modal. Menurut Herman, investasi asing mudah masuk melalui pasar modal, tetapi juga mudah keluar.

Oleh karena itu, tutur Herman, pemerintah membentuk PFII yang nantinya akan menjadi kawasan khusus agar investor asing tertarik menanamkan modalnya untuk jangka panjang.

“Prinsipnya adalah biar mereka bangun perusahaannya di sini, gitu,” ujar Herman.

Komisi XI DPR RI dan Pemerintah sepakat untuk membawa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diproses lebih lanjut untuk disahkan menjadi UU melalui Pembicaraan Tingkat II atau Rapat Paripurna pada Selasa (21/7).

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pengambilan Keputusan RUU PFII pada Senin, setelah Panitia Kerja (Panja) mengadakan serangkaian rapat kerja bersama berbagai pihak sejak awal Juli ini.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Indonesia memerlukan sektor keuangan yang semakin dalam, inovatif, efisien dan terintegrasi dengan sistem keuangan internasional di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Purbaya juga menyampaikan pembentukan PFII tidak hanya ditujukan untuk menghimpun aktivitas sektor keuangan, tetapi juga untuk memperkuat pembiayaan sektor riil.

Dengan begitu, keberadaan PFII akan mendorong peningkatan investasi produktif yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60