Gorontalo Terancam Kekeringan Panjang hingga 2027, YR TIM Kolaborasi Gandeng Pemdes Salurkan Air Bersih

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Wilayah kini menghadapi ancaman krisis air bersih yang cukup serius. Berdasarkan data BMKG Gorontalo, dampak fenomena El Niño diprediksi membuat musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang, bahkan berpotensi bertahan hingga Februari 2027.

Hasil analisis Stasiun Klimatologi mencatat, panjang musim kemarau di Gorontalo bervariasi antara 11 hingga 25 dasarian.

Wilayah timur seperti Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Gorontalo Utara bahkan masuk kategori ekstrem, yakni mengalami lebih dari 60 hari tanpa hujan.

Sementara itu, Kabupaten Pohuwato dan Boalemo masuk kategori sangat panjang dengan periode tanpa hujan berkisar 31 hingga 60 hari.

​Melihat status siaga kekeringan meteorologis yang meluas di seluruh wilayah, gerakan sosial mulai digalang secara masif. Yayasan Rakyat Tunas Indonesia Maju (YR TIM) Kolaborasi merangkul pelbagai elemen—termasuk AHS Centre, FRM Foundation, organisasi mahasiswa (IMM, HMI, PMII), Karang Taruna, KNPI, serta awak media—untuk menyalurkan bantuan air bersih ke daerah-daerah terdampak.

Koordinator Lapangan YR TIM Kolaborasi, Zufrin Harun, menegaskan aksi penyaluran bantuan ini tidak akan berhenti sampai kondisi membaik.

“Penyaluran air bersih ini akan terus kami jalankan sepanjang musim kemarau. Masalah krisis air tidak bisa dipikul oleh pemerintah saja, butuh gotong royong semua pihak,” tegas Zufrin pada Senin (7/9/2026).

​Guna memperluas jangkauan bantuan, YR TIM Kolaborasi merangkul pemerintah kecamatan hingga desa. Pihaknya menawarkan skema bantuan berupa penyediaan tandon air untuk setiap wilayah yang memiliki armada distribusi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air pasokan harian bagi warga terdampak secara berkelanjutan.

Kemarau Diprediksi Molor hingga 2027, YR TIM Kolaborasi Siap Support Kecamatan dan Desa Suplay Air Bersih.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60