READ.ID – Eks lokasi Gelar Teknologi Pertanian pada Pekan Nasional Petani Nelayan XVII dipastikan tidak akan terbengkalai. Kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi agrowisata yang memadukan sektor pertanian, perikanan, edukasi, dan wisata.
Kepastian itu disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat mengunjungi rumah pemilik lahan seluas 1,8 hektare, Lian A.W. Hapulu, di Desa Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat (26/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai pemanfaatan lokasi Gelar Teknologi setelah PENAS XVII berakhir.
Hasil pertemuan dengan pemilik lahan memastikan kawasan tersebut akan tetap difungsikan sebagai lahan pertanian dan dikembangkan menjadi agrowisata. Wakil Gubernur juga meminta kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar fasilitas seperti saung dan bioflok yang dibangun saat PENAS tidak dibongkar, karena dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi pertanian dan perikanan bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan lokasi ini tetap memberikan manfaat setelah PENAS selesai. Agrowisata ini diharapkan menjadi ikon baru Gorontalo sekaligus pusat edukasi pertanian dan perikanan. Pemerintah provinsi akan terus berkolaborasi agar kawasan ini terpelihara dan berkembang,” ujar Idah.
Idah Syahidah juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan tersebut agar tetap bersih, aman, dan terpelihara. Ia mengingatkan bahwa meskipun nantinya kawasan ini terbuka sebagai destinasi agrowisata, lahan tersebut merupakan milik pribadi sehingga setiap pengunjung diharapkan menghormati hak kepemilikan, tidak merusak maupun mengambil fasilitas yang ada tanpa izin.
Sementara itu, Lian A.W. Hapulu mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan lokasi eks Gelar Teknologi. Ia mengungkapkan, keluarganya sempat berencana membangun kawasan perumahan di atas lahan itu, namun akhirnya memilih mempertahankan fungsi pertanian dan mengembangkannya menjadi agrowisata.
“Kami senang ibu wagub datang dan bertanya langsung ini nanti dibuat jadi apa. Dan kami melihat kawasan ini lebih bermanfaat jika dijadikan agrowisata. Nantinya tetap menjadi lahan pertanian yang dilengkapi kolam ikan, area pemancingan, tanaman buah yang bisa dipetik, serta berbagai fasilitas edukasi sehingga dapat dinikmati masyarakat. Intinya ini akan kita wujudkan bersama,” kata Lian.
Ke depan, pengelolaan kawasan akan dilakukan oleh pemilik lahan dengan dukungan dan kolaborasi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, serta kementerian terkait agar eks lokasi Gelar Teknologi PENAS XVII menjadi destinasi wisata edukasi yang berkelanjutan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.












