Ishak Noho: SMSI Kota Gorontalo Fokus Perkuat Ekosistem B2B Perusahaan Pers

SMSI Kota Gorontalo
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID  – Pelantikan pengurus (SMSI) Kota periode baru menjadi titik balik untuk menghadapi disrupsi industri media digital, bukan sekadar momentum seremonial pergantian struktur.

Beroperasi di pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi, dan sosial Provinsi Gorontalo, tantangan yang dihadapi pengurus baru dinilai jauh lebih kompleks dibandingkan daerah lain. Perubahan pola konsumsi informasi audiens, pergeseran algoritma digital, hingga ketatnya persaingan bisnis menuntut organisasi ini untuk segera meninggalkan pola kerja konvensional demi menjaga eksistensi perusahaan pers lokal.

Ketua , , menegaskan bahwa posisi strategis wilayahnya menuntut pergerakan informasi yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga profesional. Dinamika kota yang menjadi muara seluruh kebijakan publik dan isu sosial membuat tekanan terhadap media siber semakin tinggi.

“SMSI Kota Gorontalo berada di jantung aktivitas informasi di Provinsi Gorontalo. Tantangannya tentu lebih kompleks. Karena itu pengurus tidak bisa bekerja dengan pola-pola lama. Dibutuhkan inovasi, kreativitas, dan kemampuan membangun kolaborasi yang kuat agar organisasi ini benar-benar memberi manfaat bagi anggotanya,” ujar Ishak.

Menurut Ishak, esensi masalah media saat ini telah bergeser dari sekadar memproduksi karya jurnalistik berkualitas menjadi persoalan mempertahankan keberlanjutan bisnis di tengah dominasi platform media sosial. Sebagai wadah yang menaungi perusahaan pers dengan karakter business-to-business (B2B), SMSI berkewajiban memperkuat ekosistem usaha media lokal.

“Kita berbicara tentang keberlangsungan perusahaan media. SMSI harus mampu membuka peluang kolaborasi usaha, memperluas jaringan bisnis, meningkatkan kapasitas anggota, sekaligus melahirkan berbagai inovasi yang dapat memperkuat daya saing perusahaan media di era digital,” katanya.

Guna mengantisipasi ketertinggalan, arah kebijakan organisasi kini difokuskan pada penguatan manajemen internal, adopsi inovasi teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. SMSI Kota Gorontalo diproyeksikan menjadi ruang produktif untuk bertukar gagasan dan peluang kerja sama yang konkret, bukan sekadar terjebak pada simbol-simbol organisasi.

“Kalau organisasi tidak mampu mengikuti perubahan, maka akan tertinggal. Dunia media berubah sangat cepat. Kita harus bergerak lebih cepat lagi agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan anggota,” tegas Ishak.

Optimisme baru muncul seiring dengan dominasi generasi muda dalam komposisi kepengurusan SMSI Kota Gorontalo periode ini, yang dinilai lebih adaptif terhadap teknologi digital dan karakter audiens modern. Kehadiran figur muda ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam membawa perusahaan pers lokal keluar dari ketidakpastian model bisnis konvensional.

“Anak-anak muda memiliki keberanian untuk berinovasi dan lebih dekat dengan perkembangan teknologi digital. Potensi itu harus menjadi energi baru bagi organisasi agar SMSI Kota Gorontalo mampu tumbuh sebagai organisasi perusahaan media yang modern, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” pungkas Ishak.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60