Isu Golkar tarik Dukungan ke Gubernur, Demokrat Gorontalo: Ada penggiringan Opini sesat

Demokrat Gorontalo
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Opini publik yang mulai di giring oknum yang tidak suka dengan Pemerintahan Gusnar Ismail-Idah Syahidah Rusli Habibie, kian masif dilakukan.

Padahal Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo, hanya melakukan Rapat Internal, termasuk melakukan evaluasi terhadap Pemerintahan Gusnar Ismail dan Idah Syaidah Rusli Habibie. Dan rapat internal fraksi, seperti ini biasa dilakukan oleh semua fraksi di DPRD.

Jangankan, Fraksi Golkar, semua Fraksi yang ada di DPRD Provinsi Gorontalo berhak melakukan evaluasi terhadap Pemerintahan Provinsi Gorontalo. Sebagaimana, tugas dan fungsi DPRD.

Jika ada narasi yang mengatakan, bahwa Fraksi Golkar mulai meninggalkan Gusnar Ismail dalam koalisi, itu informasi sangat menyesatkan dan pembodohan terhadap Publik. Apalagi, sampai menyebut Golkar menarik dukungan terhadap pemerintahan .

Ketua Satgas DPD Partai Demokrat , saat dimintai tanggapan berkaitan dengan sikap Fraksi Golkar akan meninggalkan Gusnar Ismail. Mantan Aktivis HMI itu, menjelaskan informasi tersebut memang sengaja di hembuskan oleh orang yang memang sejak awal tidak suka dengan pemerintahan Gusnar Ismail dan Idah Syaidah.

Dijelaskan Helmi, memang benar Fraksi Golkar melakukan rapat internal yang juga membahas evaluasi sekaligus proyeksi pemerintahan Gusnar Ismail-Idah Syaidah.

“Apa yang salah dengan rapat Fraksi Golkar? Tidak ada yang salah dalam rapat itu. Dan semua Fraksi biasa melakukan rapat internal termasuk melakukan evaluasi terhadap pemerintahan Gusnar-Idah,” bebernya.

Namun kemudian, evaluasi Fraksi Golkar terhadap Pemerintahan Gusnar-Idah, dikaitkan Partai Golkar akan meninggalkan koalisi, itu sangat konyol dan bodoh.

“Logikanya, Ibu Wakil Gubernur Idah Syaidah merupakan Ketua DPD I Partai Golkar, kemudian Golkar diisukan meninggalkan koalisi pemerintahan Gusnar-Idah. Ini menjadi lucu, dan opini sesat seperti ini perlu di luruskan,” tegas Anggota Fraksi Demokrat Boalemo.

Dijelaskan Helmi, jauh sebelum Fraksi Golkar melakukan evaluasi terhadap Pemerintahan Gusnar-Idah. DPD Partai melalui Satuan Tugas (Satgas), yang telah dibentuk juga sudah melakukan evaluasi terhadap pemerintahan Gusnar-Idah. Termasuk, proyeksi Partai Demokrat menghadapi Pemilu 2029 mendatang.

“Jadi bukan hanya Fraksi Golkar yang melakukan evaluasi terhadap Pemerintahan Gusnar-Idah. Kami Partai Demokrat yang juga pengusung, sudah melakukan evaluasi terhadap pemerintahan ini. Dan tentunya, semua fraksi dan partai politik, memiliki hak yang sama untuk mengevaluasi,” bebernya.

Tentunya, evaluasi Fraksi Golkar dan Partai Demokrat Gorontalo, serta tidak menutup kemungkinan dari Fraksi dan Partai Politik lain memberikan evaluasi terhadap Gusnar-Idah, tujuannya demi perbaikan dan perubahan Gorontalo kedepan.

“Dinamika politik dalam pemerintahan, sudah hal yang biasa. Semua cukup dengan komunikasi yang baik lintas partai. Jadi kalau ada yang mengaitkan Golkar, akan meninggalkan pemerintahan Gusnar-Idah, itu opini sesat yang sengaja dibuat oleh orang yang memiliki penyakit hati,” ketusnya

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60