Jelang Aksi 1 Mei, Aba Pian: Lebih Baik Dialog Daripada Turun ke Jalan

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

POHUWATO, READ.ID – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei 2026 di Kabupaten mulai memicu kekhawatiran.

Tokoh masyarakat setempat, Aba Pian, secara terbuka meminta agar aksi yang diprediksi melibatkan 5.000 orang tersebut dibatalkan atau ditunda.

​Bukan tanpa alasan, Aba Pian menilai mobilisasi massa dalam jumlah besar memiliki risiko kerawanan yang tinggi. Ia berkaca pada pengalaman pahit masa lalu agar kejadian serupa yang merugikan publik tidak terulang kembali.

​”Saya berharap aksi 1 Mei ini bisa ditunda. Kita perlu berkaca pada peristiwa sebelumnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pada akhirnya, jika terjadi keributan, masyarakat juga yang akan dirugikan,” ungkap Aba Pian kepada media, Kamis (30/04/2026).

​Menurutnya, meski menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional setiap warga negara, namun menjaga kondusifitas daerah jauh lebih penting. Ia menekankan bahwa stabilitas keamanan di Pohuwato adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya aparat penegak hukum.

​Ia pun menyarankan agar pihak penyelenggara aksi lebih mengedepankan ruang-ruang diskusi dan musyawarah dengan pihak terkait dibandingkan harus mengerahkan massa ke jalanan.

​”Lebih baik kita utamakan komunikasi. Jangan sampai niat awal untuk menyampaikan aspirasi justru berujung pada kerugian bagi banyak pihak karena situasi yang tidak terkendali,” tegasnya.

​Hingga berita ini diterbitkan, pihak koordinator lapangan atau penyelenggara aksi belum memberikan pernyataan resmi terkait imbauan pembatalan tersebut.

​Masyarakat kini menunggu langkah selanjutnya dari para penggerak aksi, apakah akan tetap maju dengan rencana semula atau mempertimbangkan imbauan tokoh masyarakat demi menjaga ketertiban di Bumi Panua.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60