Kadis Dikbud Kota Gorontalo: Medsos Bisa Jadi Musuh Generasi Jika Tak Bijak Digunakan

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota , , menegaskan bahwa konten negatif di media sosial (medsos) kini menjelma menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) terkait pembatasan usia anak dalam penggunaan medsos, sekaligus Instruksi Wali Kota Gorontalo tentang pembatasan telepon genggam bagi siswa, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang digelar di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo ini merupakan hasil kolaborasi apik antara mahasiswa magang Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama pihak sekolah, lewat proyek akhir bertema “Mewujudkan Generasi Cerdas Digital, Aman, dan Bertanggung Jawab”.

Dalam arahannya, Husin Ali menyebut tantangan yang dihadapi generasi masa kini telah bergeser. Jika dahulu fokus utama mengantisipasi minuman keras (miras) dan narkoba, kini derasnya arus informasi di media sosial juga wajib diwaspadai.

“Musuh kita sekarang bukan hanya miras dan narkoba. Media sosial juga sudah menjadi musuh generasi jika tidak digunakan dengan baik. Itulah sebabnya Pak Wali bersikap tegas, karena rasa sayang beliau kepada anak-anak kita,” ujar Husin.

Pemerintah Kota Gorontalo sendiri tercatat sudah dua kali menerbitkan instruksi terkait pembatasan handphone (HP) bagi siswa. Instruksi pertama yang dirilis November tahun lalu dinilai membawa dampak positif, meski evaluasi di lapangan menunjukkan implementasinya masih perlu diperkuat—baik di sekolah maupun di rumah.

Namun, Husin mengingatkan bahwa kunci sukses kebijakan ini berada di tangan sinergi antara sekolah dan orang tua. Lebih dari itu, para tenaga pendidik atau guru dituntut untuk menjadi role model (teladan) utama bagi siswa di lingkungan sekolah.

“Bagaimana siswa mau meniru kalau kita tidak memberikan contoh yang baik? Kita melarang anak bermain HP, tetapi guru mengajar sambil menggunakan HP untuk hal yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Karena itu, kami mengeluarkan edaran kedua sebagai penguatan,” tegas Kadis Dikbud.

Sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan gawai pada anak, mendorong pihak sekolah untuk kembali menghidupkan aktivitas fisik dan ruang-ruang permainan tradisional.

Melalui agenda sosialisasi ini, Pemkot Gorontalo berharap kolaborasi erat antara orang tua, guru, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperketat pengawasan digital, demi melahirkan generasi muda Kota Gorontalo yang cerdas digital, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap teknologi secara positif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, , bersama jajaran, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ilmu Komunikasi UNG La Here Kaharfin, M.I.Kom, , dewan guru, serta ratusan siswa dan orang tua murid.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60