READ.ID – Sektor homestay atau penginapan berbasis masyarakat meraup keuntungan terbesar dalam gelaran Pekan Nasional (PENAS) XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo.
Selama lima hari pelaksanaan ajang nasional ini, masyarakat penyedia homestay berhasil mencatatkan pendapatan fantastis mencapai sekitar Rp8 miliar, yang berasal dari sekitar 10.000 peserta yang memilih menginap di rumah-rumah warga.
Dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat tidak berhenti di situ. Sektor akomodasi alternatif lainnya seperti rumah sewa dan kos-kosan elit ikut kecipratan untung. Tercatat ada 35 unit rumah sewa yang dimanfaatkan peserta dengan total pendapatan Rp100 juta.
Selain itu, 5 unit kos-kosan elit dengan total 25 kamar di sekitar lokasi acara juga terisi penuh dan menghasilkan Rp125 juta. Jika diakumulasikan, total pendapatan dari sektor rumah sewa dan kos-kosan warga menyentuh angka Rp225 juta.
Lonjakan berkah ekonomi bagi warga ini dipicu oleh keterbatasan kapasitas akomodasi formal. Tingginya mobilitas dan jumlah kunjungan membuat seluruh hotel di Gorontalo, baik berbintang maupun nonbintang, mencatatkan tingkat hunian (okupansi) hingga 100 persen. Sebanyak 1.555 kamar hotel yang terdiri dari 692 kamar hotel berbintang dan 863 kamar hotel nonbintang habis terisi penuh oleh peserta, pendamping, panitia, serta tamu undangan.
Sektor perhotelan sendiri mengantongi perputaran uang yang tidak kalah besar. Selama lima hari, hotel berbintang mencatat pendapatan sekitar Rp4,49 miliar, sementara hotel nonbintang menghasilkan sekitar Rp2,15 miliar, sehingga total pendapatan dari sektor perhotelan mencapai Rp6,65 miliar.
Secara keseluruhan, jika pendapatan hotel sebesar Rp6,65 miliar digabungkan dengan omzet homestay warga sebesar Rp8 miliar serta rumah sewa dan kos-kosan sebesar Rp225 juta, maka total perputaran ekonomi dari sektor akomodasi selama PENAS XVII di Gorontalo mencapai sekitar Rp14,87 miliar—atau hampir menembus Rp15 miliar.
Peningkatan tajam pada seluruh lini akomodasi ini membuktikan bahwa PENAS XVII bukan sekadar ruang pertemuan nasional bagi para pelaku sektor pertanian. Event ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata yang menggerakkan usaha lokal, mendongkrak pendapatan masyarakat, sekaligus menegaskan kesiapan Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah agenda-agenda besar berskala nasional.












